
Krisis ekologi yang melanda Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kian meluas dan berdampak langsung pada kesehatan fisik serta perekonomian masyarakat kelas pekerja. Pada Jumat (18/9/2026), seorang warganet bernama Lulu menyampaikan aduan terbuka kepada Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono terkait kondisi memprihatinkan yang menimpa rekan kerjanya.
Lulu mengungkapkan bahwa selama berturut-turut masyarakat terpaksa menghirup udara beracun akibat paparan kabut asap karhutla sekaligus terpaksa menggunakan air PDAM yang terkontaminasi intrusi air asin untuk kebutuhan sanitasi dan mandi harian.
Paparan Air Asin Pemicu Kerusakan Jaringan Kulit
Penggunaan air terkontaminasi kadar garam tinggi tersebut memicu reaksi alergi dan iritasi kulit yang tergolong parah pada rekan kerja Lulu yang berprofesi sebagai petugas keamanan.
“Korban mengalami gatal-gatal hebat, iritasi, hingga kerusakan jaringan kulit yang memerlukan penanganan medis khusus,” terang Lulu dalam aduannya.

Dampak ganda dari krisis udara dan air baku ini menciptakan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Beban Finansial Berkelanjutan bagi Pekerja
Selain ancaman kesehatan, situasi ini memperberat beban ekonomi korban. Dengan pendapatan terbatas sebagai petugas keamanan yang juga menanggung kebutuhan keluarga, korban harus mengalokasikan pengeluaran ekstra harian untuk membeli air galon demi menghindari kontak kulit dengan air asin, di samping menanggung biaya pengobatan medis yang tidak sedikit.
“Pekerjaannya satpam pak, bapak tau juga kan penghasilannya berapa, belum lagi menanggung kebutuhan keluarga. Kalau seperti ini kira-kira bagaimana ya pak solusinya?” tegas Lulu mempertanyakan langkah konkret para pemangku kebijakan.
Lulu meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kota Pontianak untuk mengambil tindakan darurat baik dalam penyediaan pasokan air bersih layak konsumsi maupun penghentian sumber polusi asap sebelum krisis ini memakan lebih banyak korban dari kalangan masyarakat rentan.