
Kalimantan Barat, Mood Kalbar – Pengangguran Kalimantan Barat menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan berdasarkan estimasi jumlah penganggur dalam sebuah infografis Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Data tersebut menunjukkan Kalimantan Barat memiliki sekitar 132 ribu penganggur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,57 persen.
Jumlah tersebut menempatkan Kalimantan Barat di posisi pertama dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan. Tingginya angka pengangguran ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Pengangguran Kalimantan Barat Lampaui Provinsi Lain
Berdasarkan data yang ditampilkan, Kalimantan Timur berada di posisi kedua dengan estimasi 111 ribu penganggur dan TPT sebesar 5,27 persen. Sementara itu, Kalimantan Selatan menempati posisi ketiga dengan sekitar 94 ribu penganggur dan TPT 4,16 persen.
Di posisi berikutnya terdapat Kalimantan Tengah dengan estimasi 51 ribu penganggur dan TPT 3,44 persen. Adapun Kalimantan Utara mencatat jumlah penganggur paling sedikit, yakni sekitar 15 ribu jiwa dengan TPT sebesar 3,85 persen.
Berikut rinciannya:
- Kalimantan Barat: 132.000 jiwa (TPT 4,57%)
- Kalimantan Timur: 111.000 jiwa (TPT 5,27%)
- Kalimantan Selatan: 94.000 jiwa (TPT 4,16%)
- Kalimantan Tengah: 51.000 jiwa (TPT 3,44%)
- Kalimantan Utara: 15.000 jiwa (TPT 3,85%)
Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Pengangguran
Tingginya pengangguran Kalimantan Barat dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya adalah pertumbuhan angkatan kerja yang lebih cepat dibandingkan penciptaan lapangan kerja, ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri, hingga terbatasnya peluang kerja formal di beberapa wilayah.
Selain itu, perkembangan investasi dan sektor industri juga menjadi faktor penting dalam menyerap tenaga kerja. Semakin banyak investasi yang masuk, semakin besar peluang terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Upaya Menekan Angka Pengangguran Kalimantan Barat
Pemerintah daerah dapat mendorong berbagai program untuk menekan angka pengangguran. Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, penguatan sektor UMKM, hingga menarik investasi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Program kewirausahaan juga dapat menjadi solusi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dengan dukungan pelatihan dan akses permodalan, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk membangun usaha mandiri.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan warga Kalimantan Barat.








