Jalan Masih Alami, Pasien di Bengkayang Terpaksa Ditandu Warga

Bagikan:

Mood Kalbar – ‎Perjuangan berat harus kembali dilalui warga Desa Sungkung, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Akibat infrastruktur jalan yang rusak parah dan berlumpur, warga terpaksa memikul seorang pasien menggunakan tandu darurat demi mendapatkan layanan medis yang layak. Selasa, 16/06/2026.

‎​Warga bergotong-royong menerobos medan berat sejauh bermil-mil menuju Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Sanggau. Hal ini menjadi opsi terakhir agar pasien bisa segera mengakses kendaraan roda empat yang menunggu di desa tetangga tersebut.

‎Perjalanan evakuasi tersebut memakan waktu kurang lebih dua jam berjalan kaki. Sepanjang jalur, para warga harus ekstra hati-hati menjaga keseimbangan tandu di atas permukaan tanah yang licin dan ambles.

‎​”Kami terpaksa menandu pasien karena kendaraan sama sekali tidak bisa masuk ke desa kami. Jalannya rusak parah, seperti kubangan lumpur,” ujar salah satu warga yang ikut menandu pasien.

‎​Sesampainya di Desa Suruh Tembawang, warga langsung memindahkan pasien ke dalam mobil penjemput. Dari titik tersebut, pasien baru bisa melanjutkan perjalanan darat menuju fasilitas kesehatan terdekat di pusat Kecamatan Entikong.

‎Kondisi memprihatinkan ini memicu sorotan tajam dari masyarakat setempat. Minimnya akses jalan yang layak di wilayah perbatasan Bengkayang-Sanggau ini terus mengancam keselamatan warga, terutama dalam situasi darurat kesehatan.

‎​Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Sungkung sangat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan memperbaiki infrastruktur jalan. Mereka meminta pembangunan jalan aspal atau pengerasan jalan agar tragedi serupa tidak terus berulang dan memakan korban jiwa.

Muhammad Rizki
Muhammad Rizki
Articles: 166

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *