
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran titik panas di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan olahan data satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 periode pukul 00.00 hingga 15.00 WIB, tercatat sebanyak 1.514 titik panas tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Konsentrasi titik panas tingkat kepercayaan tinggi mendominasi wilayah pesisir selatan hingga tengah, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, serta sebagian wilayah pesisir barat dan pedalaman.
Rincian Tingkat Kepercayaan Titik Panas
BMKG mengelompokkan tingkat kepercayaan indikasi kebakaran hutan dan lahan berdasarkan ambang batas data satelit sebagai berikut:
- Tingkat Kepercayaan Tinggi terdeteksi sebanyak 144 titik. Kategori ini mengindikasikan keberadaan titik api (fire spot) aktif dengan suhu permukaan sangat tinggi di lokasi.
- Tingkat Kepercayaan Sedang terdeteksi sebanyak 1.359 titik. Kategori ini mendominasi sebaran wilayah Kalbar dan menunjukkan potensi awal atau sisa aktivitas pembakaran/suhu panas permukaan.
- Tingkat Kepercayaan Rendah terdeteksi sebanyak 11 titik.
Implikasi Lingkungan
Tingginya jumlah hotspot tingkat sedang dan tinggi ini berpotensi meningkatkan pembentukan kabut asap yang dapat memengaruhi kualitas udara serta jarak pandang penerbangan di wilayah Kalimantan Barat.
Masyarakat terus dihimbau untuk mengenakan masker guna menjaga kesehatan hingga kualitas udara kembali membaik.