
Mantan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyuarakan keprihatinannya mengenai permasalahan air bersih yang melanda Kota Pontianak. Melalui unggahan media sosialnya, ia mendorong Walikota Pontianak untuk bertindak cepat dan responsif dalam mengatasi masalah intrusi air asin yang mengganggu pasokan air minum masyarakat. Minggu, 14/09/2026
Sutarmidji menawarkan solusi berupa perluasan Waduk Penepat hingga 10 kali lipat dari ukuran saat ini. Menurutnya, waduk yang ada sekarang hanya mampu menampung pasokan air baku tawar untuk kebutuhan tiga hari.
”Jika pemerintah daerah memperluas kapasitas waduk tersebut, cadangan air bersih dapat bertahan hingga satu bulan penuh saat musim kemarau atau saat air asin mengontaminasi sungai.” tulisnya
Selain itu, ia menyarankan penambahan jalur pipa penyuplai air menuju kawasan Jl. Imam Bonjol untuk memperkuat distribusi.
Mantan Gubernur Kalimantan Barat yang kerap disapa dengan “Bang Midji” tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak beserta PDAM semestinya memiliki kemampuan finansial dan teknis untuk mengeksekusi langkah tersebut tanpa bergantung pada anggaran Kementerian PUPR Pusat.
Hal tersebut diungkapkan berdasarkan pengalamannya selama lima tahun menjabat sebagai gubernur, sebab koordinasi dengan kementerian sering kali menghadapi kendala dinamika politik di tingkat pusat.
”Jangan berharap dari PUPR Pusat, karena kalau kepala daerahnya bukan dari partai yang mengendalikan mitra kementerian di DPR, sulit juga dan ini pengalaman selama 5 tahun sebagai Gubernur.” lanjutnya
Sutarmidji juga mengingatkan rekam jejaknya saat menjabat sebagai Walikota Pontianak, di mana ia berhasil membenahi kinerja PDAM hingga mencetak keuntungan, meningkatkan produksi air bersih di atas 2.000 liter per detik, dan meratakan jaringan distribusi.
Ia pun mengajak Walikota Pontianak yang sedang menjabat untuk membuktikan kapasitasnya dan meninggalkan warisan karya yang bermanfaat bagi seluruh warga kota.