
Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat merilis data resmi Harga Indikasi Karet untuk periode 7 hingga 11 September 2026. Berdasarkan data terbaru, tren harga komoditas karet di tingkat global maupun lokal menunjukkan pergerakan positif dengan capaian tertinggi terjadi pada pertengahan pekan.
Rincian Pergerakan Harga Karet
Pergerakan harga komoditas karet selama sepekan dicatatkan berdasarkan acuan Bursa SICOM, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Kurs Rp/USD), serta Kadar Karet Kering 100% dan KKK 50%.
Senin, 07/09/2026
Bursa SICOM 234,4 dengan Kurs Rp17.548/USD. Untuk harga KKK 100% dibandrol Rp41.133/Kg sedangkan KKK 50% Rp20.566/Kg;
Selasa, 08/09/2026
Bursa SICOM 241,9 dengan Kurs Rp17.565/USD. Untuk KKK 100% dibandrol Rp42.490/Kg sedangkan KKK 50% Rp21.245/Kg;
Rabu, 09/09/2026
Bursa SICOM 249,0 dengan Kurs Rp17.530/USD. Untuk KKK 100% seharga Rp43.650/Kg sedangkan KKK 50% Rp21.825/Kg;
Kamis, 10/09/2026
Bursa SICOM 249,9 menguat dengan Kurs Rp17.464/USD. Untuk KKK 100% dibandrol Rp43.643/Kg sedangkan KKK 50% Rp21.821/Kg;
Jumat, 11/09/2026
Bursa SICOM mengalami pelemahan di angka 246,0 dengan Kurs Rp17.448/USD. Untuk KKK 100% dibandrol Rp42.922/Kg sedangkan KKK 50% Rp21.461/Kg.
Penting untuk dicermati bahwa harga tertera diatas belum termasuk potongan biaya produksi.
Tren Grafik KKK 100%
Berdasarkan grafik pergerakan harga KKK 100% sejak awal Agustus hingga pertengahan September 2026, harga komoditas karet menunjukkan tren naik yang cukup konsisten—berkisar dari level awal Rp37.500/Kg hingga puncaknya menembus angka Rp43.650/Kg pada 9 September 2026, sebelum akhirnya terkoreksi tipis di akhir pekan.
Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung petani, memperkuat sektor industri olahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.