
Informasi mengenai penyelenggaraan pameran kelapa sawit 6th Indonesia Palm Oil Smallholders Conference (IPOSC/ISPO) 2026 memicu kebingungan publik di media sosial. Pasalnya, akun resmi penyelenggara dan Bupati Kubu Raya menyampaikan pernyataan yang saling bertolak belakang mengenai kepastian acara tersebut.
Akun resmi penyelenggara @iposc_2026 (sebelum mengunci akun) mengunggah pengumuman bahwa pihak panitia mengundur jadwal acara tersebut. Namun, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memberikan ketegasan yang berbeda dengan menyatakan bahwa pameran tersebut resmi batal.
Perbedaan informasi tersebut memancing respons langsung dari pengguna media sosial. Akun/category/kubu-raya warganet @zkifli20 menyampaikan kebingungannya di kolom komentar:
”Satu jam setelah statement ‘dibatalkan’ ini terucap, munculah postingan resmi dari @iposc_2026 jika kegiatan tersebut ‘DIUNDUR’. Jadi yang bener yang mana pak? Diundur atau bener dibatalkan??”
Senada dengan hal itu, akun @ibayysuteja juga meminta kejelasan mengenai status acara:
”RESMI DIBATALKAN ATAU DIUNDUR SAMPAI WAKTU YANG DITENTUKAN? DI AKUN INSTAGRAM NYA TERTERA BAHWA ACARA PELAKSANAAN DI UNDUR”
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Bupati Kubu Raya melalui akun Instagram pribadinya langsung memberikan kepastian dan meluruskan kesimpangsiuran.
Ia menjawab pertanyaan akun @zkifli20 dengan singkat dan tegas:
”@zkifli20 jelas di batal kan”
Kemudian kembali menegaskan pembatalan acara tersebut saat menjawab komentar dari akun @ibayysuteja:
”@ibayysuteja dibatalkan Bang. Kalau kurang jelas, silakan simak ulang video pernyataan saya ya. 🙏”
Pernyataan tegas dari Bupati Kubu Raya ini menyimpulkan bahwa pihak pemerintah daerah memastikan pameran sawit tersebut benar-benar batal dilaksanakan, bukan sekadar mengalami penundaan jadwal.