
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengandalkan sistem pemantauan berbasis data digital melalui aplikasi SiPongi. Hal ini bertujuan memantau sebaran titik api sekaligus memetakan pergerakan arah angin yang berpotensi memperluas sebaran kabut asap di berbagai daerah.
Hasil pemantauan SiPongi secara real-time tersebut dijadikan dasar utama koordinasi lintas instansi dalam menentukan strategi taktis dan antisipasi cepat di tingkat tapak.
Penanganan Tak Hanya Saat Api Membesar
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa pola penanggulangan karhutla di wilayahnya harus bergeser dari sekadar merespons api yang sudah membesar ke arah deteksi dini dan pencegahan masif.
“Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan saat api sudah membesar, tetapi juga melalui pencegahan dan deteksi dini. Karena itu, koordinasi pemerintah, instansi terkait, aparat keamanan, dunia usaha, petugas pemadam, dan masyarakat perlu terus diperkuat,” tegas Ria Norsan.
Norsan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multi-pihak, mengingat luasnya bentang lahan gambut rawan terbakar yang membutuhkan jangkauan pengawasan ekstra. Selain itu, Korban menyampaikan pergerakan arah mata angin yang menyebabkan kabut asap kian menebal di Kalimantan Barat.
“Kalau kita lihat pergerakan arah angin ini dari arah selatan. Kalau kita lihat kembali, arahnya dari Kalimantan Selatan, bergerak ke arah Kalimantan Tengah, kemudian menuju ke Kalimantan Barat.” tambah Korban.
Upaya Berkelanjutan Lindungi Warga dan Lingkungan
Dengan sistem pemantauan digital yang berjalan berkelanjutan dan respons pemadaman yang cepat, Pemprov Kalbar berkomitmen menekan potensi meluasnya kebakaran demi melindungi kesehatan masyarakat serta kelestarian ekosistem lingkungan.
Sementara sebagian besar warganet kalbar menyorot realisasi dan bantuan presiden yang fantastis namun dirasa belum tersalurkan secara tepat, bahkan terdapat beberapa daerah yang belum teraliri anggaran sama sekali. Apalagi, dalam hari terdekat, kepulan asap kembali menebal di sebagian daerah.