logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: Kalimantan Barat

Tak Ada Ongkos, WNI Kalbar di Kamboja Minta Bantuan Pulang

Author 8 Oktober 2026
Share:

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di tempat penampungan Pochentong, Phnom Penh, Kamboja, menyampaikan permohonan bantuan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk kepulangan. Kamis, 08/10/2026.

Melalui video tersebut, mereka memohon perhatian dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), BP2MI, KBRI Phnom Penh, Kementerian Sosial, serta pemerintah daerah asal seperti DKI Jakarta, Medan, Kalimantan Barat, Aceh, dan Jawa Timur untuk memfasilitasi kepulangan mereka ke Tanah Air.

Salah seorang WNI asal Kalbar, Ivan, kepada moodkalbar.com mengungkapkan bahwa banyak di antara mereka tidak lagi memiliki uang untuk membiayai perjalanan pulang. “Kami tidak ingin merepotkan siapapun. Kami hanya ingin pulang ke keluarga kami.” ujarnya.

Mereka berharap pihak berwenang mendengar suara mereka sehingga mereka dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga.

Mengenai kelengkapan dokumen perjalanan, Ivan mengatakan jika beberapa WNI masih menyimpan paspor mereka. Pihak KBRI saat ini memegang sebagian paspor tersebut, sementara beberapa warga lainnya mengurus dan memegang dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

“Kami hanya mengantongi data diri dasar berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).” lanjut Ivan.

Lanjutnya ia menceritakan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya bekerja di luar negeri.

“Saya baru 1 tahun dari sejak awal saya berangkat dari indonesia. Saya bekerja di perusahaan yang ilegal (scam) tapi awal berangkat itu tidak tau kalau bakal di pekerjakan sebagai scam. Kemudian, kami semua tidak memiliki biaya untuk membeli tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia. Selama bekerja disini, saya tidak mendapatkan hasil.” Tutur Ivan ke redaksi moodklabar.com.

Baca Juga  PS Kubu Raya Mundur dari Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026

Ivan mengaku kurang memahami status keabsahan prosedur keberangkatannya karena saat berangkat dahulu, ia menjalani proses pemeriksaan yang terasa seperti penerbangan domestik biasa.

Kini, para WNI tersebut sangat mengharapkan uluran tangan instansi terkait agar dapat memproses dan membiayai kepulangan mereka ke Indonesia.