logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: Kayong Utara

Karhutla dan Krisis Air Bersih Disusul Antrean Mengular di SPBN Sukadana

Author 12 Oktober 2026
Share:

Langit Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, belum sepenuhnya terang ketika Asiri, seorang kakek berusia 82 tahun, sudah harus berdiri dalam barisan antrean mengular panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Sukadana, Senin (12/10/2026). Selepas menunaikan salat subuh, ia bergegas menuju lokasi demi mendapatkan bahan bakar.

Bagi Asiri dan ratusan warga lainnya, antrean ini menjadi ujian kesabaran yang menguras tenaga dan waktu sejak pagi buta. Mendapatkan jatah lima liter bensin kini menjadi perjuangan tersendiri di tengah himpitan krisis yang melanda.

“Sudah tua begini, terpaksa ikut antrean yang mengular dari subuh. Nyari lima liter bensin saja susahnya minta ampun. Kalau tidak antre sejak pagi, keburu habis atau waktunya habis buat kerja yang lain,” keluh Asiri dengan nada letih di tengah kerumunan warga.

Antrean Mengular, Roda Usaha Macet

Warga berseru kurangnya pasokan bensin yang memadai, membuat ruang gerak usaha mereka berakibat lumpuh seketika, mengancam pendapatan harian keluarga. Beban warga kian berlipat ganda karena kelangkaan BBM ini terjadi bersamaan dengan krisis air bersih yang meluas di wilayah Kayong Utara.

Warga harus dihadapkan pada dua masalah sekaligus antara menghabiskan waktu berjam-jam demi bahan bakar, dengan kebutuhan air bersih rumah tangga juga mendesak untuk dipenuhi.

Masyarakat Sukadana kini mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera turun tangan memberikan solusi nyata, agar warga tidak terus-menerus menukar waktu produktif mereka sejak dini hari hanya untuk bertahan hidup.

Baca Juga  Sejumlah Daerah Terancam, Ini Daftar Sebaran Titik Panas di Kalbar