logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: Kubu Raya

Akses Air Bersih di Kubu Raya 89 Miliar, Ini Daftar Desa Terdampak

Muhammad Rizki 26 Agustus 2026
Bagikan:

Sekitar 7.000 rumah tangga di Kabupaten Kubu Raya diproyeksikan bakal menerima tambahan akses air bersih setelah pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp89 miliar untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 2 \times 50 liter per detik pada SPAM Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

Adapun desa yang terdampak akses saluran air bersih ini sebagai berikut:

  • Sungai Raya Dalam
  • Parit Baru
  • Limbung
  • Arang Limbung
  • Teluk Kapuas

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta masyarakat untuk bersabar selama masa pengerjaan fisik berlangsung demi optimalnya fasilitas dasar ini kelak.

“Saya mohon masyarakat bersabar. Sarana pendukung dan IPA ini harus dibangun terlebih dahulu,” ujar Sujiwo.

Perjuangan Akses Air Bersih

Sujiwo menegaskan perlunya pemenuhan pasokan air minum sebagai prioritas daerah. Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur pendukung, koordinasi lintas tingkat pemerintahan terus dilakukan demi memperluas jaringan ke area permukiman warga.

“Ketika kita ingin memaksimalkan layanan air bersih yang merupakan hak dasar rakyat, memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Saya tidak malu untuk memperjuangkannya, meminta, dan melobi pemerintah pusat,” tegas Sujiwo.

Anggaran Dukungan Pusat

Langkah Pemkab Kubu Raya tersebut mendapat apresiasi dan pengawalan langsung dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air minum di Kalimantan Barat merupakan agenda mendesak yang memerlukan intervensi anggaran besar dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Inovasi Eco-Living GEO MANGROVE RB-5 di Hari Mangrove Sedunia

Lasarus memperkirakan bahwa untuk mengejar cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen di seluruh wilayah Kubu Raya, total anggaran yang dibutuhkan sejatinya bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun. Pembangunan IPA senilai Rp89 miliar ini pun menjadi pijakan awal guna mengurai krisis air secara bertahap.