
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kian mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 552 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Kalbar sepanjang Kamis, 23 Juli 2026 (periode pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB).
Berdasarkan pengolahan data satelit (Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20), BMKG mencatat dari total 552 titik panas tersebut, sebanyak 78 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (zona merah), 450 titik berstatus menengah (zona kuning), dan 24 titik sisanya berstatus rendah (zona hijau).
Berikut rincian lengkap sebaran hotspot di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat:
1. Sanggau: 116 titik (21 tingkat tinggi)
2. Ketapang: 102 titik (8 tingkat tinggi)
3. Kubu Raya: 94 titik (10 tingkat tinggi)
4. Kayong Utara: 79 titik (22 tingkat tinggi)
5. Landak: 53 titik (7 tingkat tinggi)
6. Sintang: 25 titik
7. Sekadau: 21 titik (3 tingkat tinggi)
8. Melawi: 21 titik (2 tingkat tinggi)
9. Sambas: 13 titik (2 tingkat tinggi)
10. Bengkayang: 10 titik (3 tingkat tinggi)
11. Mempawah: 8 titik
12. Kapuas Hulu: 7 titik
13. Singkawang: 3 titik
14. Kota Pontianak: 0 titik (Nihil)
BMKG Peringati Ancaman Kiriman Asap
Meskipun Kota Pontianak tercatat nihil atau tidak mendeteksi adanya titik panas pada periode tersebut, masyarakat dan petugas gabungan imbau tetap mewaspadai potensi asap kiriman dari daerah tetangga seperti Kubu Raya dan Mempawah.
Di sisi lain, Kabupaten Kayong Utara menjadi wilayah dengan jumlah titik panas berstatus tinggi terbanyak, yakni mencapai 22 titik merah, disusul Kabupaten Sanggau dengan 21 titik merah. Titik berstatus tinggi ini memerlukan penanganan lapangan dan pencegahan cepat sebelum luapan api meluas.