
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat mengetuk hati banyak pihak, termasuk para tenaga kesehatan dari luar daerah. Salah satunya adalah Ara, seorang apoteker asal Jakarta yang menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung membantu masyarakat terdampak.
Kepada redaksi moodkalbar.com, Ara berbagi cerita, mengaku prihatin dengan kondisi warga, terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, hingga ibu hamil yang harus menghirup asap karhutla setiap hari.
“Tujuan saya jadi relawan pastinya karena sedih banget melihat bayi, anak-anak, lansia, bahkan ibu hamil yang terkena dampak dari asap karhutla. Saya ingin jadi bagian yang bisa membantu. Banyak sedikitnya bantuan saya sebagai tenaga medis, bismillah bisa berguna,” ujar Ara, Sabtu, 11/10/2026.
Bagi Ara, dunia aksi sosial dan pengabdian masyarakat bukanlah hal baru. Ia memiliki latar belakang dan pengalaman sebagai relawan apoteker pendamping dalam berbagai kegiatan farmasi mengabdi. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk memberikan pelayanan kesehatan serta edukasi obat-obatan bagi warga Kalbar.
Tak hanya siap menyalurkan tenaga, tim Ara di Jakarta juga telah bergerak mendistribusikan bantuan logistik ke Kalbar. Bantuan logistik berupa air mineral dan makanan instan dikirimkan langsung dari Jakarta menuju Pontianak.
“Tim saya kemarin sempat mengirimkan bantuan dari Jakarta ke Pontianak. Bantuan berupa air dan makanan instan tersebut diterima langsung oleh tim Oi Crisis Center (OCC),” tambahnya.
Aksi kepedulian dari tenaga kesehatan lintas daerah ini diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak karhutla di Kalimantan Barat sekaligus menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk saling bahu-membahu di tengah situasi darurat asap.