logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: Kalimantan Barat

Berjalan Kaki Ternyata Dapat Meningkatan Daya Ingat Otak

Muhammad Rizki 13 Agustus 2026
Bagikan:

Aktivitas berjalan kaki kini makin digemari masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Barat. Kebiasaan ini umumnya terlihat saat kegiatan Car Free Day (CFD) pada hari libur, ketika masyarakat memanfaatkan waktu senggang untuk berolahraga ringan. Di balik manfaatnya untuk kebugaran fisik, aktivitas sederhana ini ternyata menyimpan dampak positif bagi fungsi kognitif dan kesehatan otak.

Studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) oleh Kirk I. Erickson dan rekan-rekan mengungkapkan bahwa olahraga aerobik ringan seperti jalan cepat secara rutin berikatan langsung dengan struktur otak manusia.

Pengaruh Aktivitas Aerobik terhadap Hippocampus

Hippocampus merupakan bagian dari otak yang berperan sebagai pusat penyimpanan memori, pemrosesan ingatan, serta navigasi spasial. Seiring bertambahnya usia seseorang, ukuran hippocampus secara alami akan mengalami penyusutan, yang berkontribusi terhadap penurunan daya ingat pada usia lanjut.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menguji sekelompok orang dewasa lanjut usia yang diminta melakukan aktivitas jalan cepat selama 40 menit per sesi, sebanyak tiga kali dalam seminggu, secara konsisten selama satu tahun. Hasil evaluasi menunjukkan:

  • Ukuran hippocampus pada peserta yang rutin berjalan cepat mengalami peningkatan volume sekitar dua persen. Peningkatan ini tergolong signifikan karena mampu membalikkan tren penyusutan alami akibat penuaan.
  • Peningkatan ukuran hippocampus berbanding lurus dengan membaiknya kemampuan mengingat pada para peserta.
  • Peserta yang hanya melakukan latihan peregangan tanpa aktivitas aerobik tetap mengalami penyusutan volume hippocampus.

Mekanisme Biologis pada Otak

Aktivitas aerobik seperti jalan cepat bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah menuju otak. Lonjakan aliran darah ini membawa oksigen serta nutrisi yang merangsang pelepasan faktor pertumbuhan biologis. Proses tersebut mendorong pembentukan sel-sel saraf baru (neurogenesis) serta memperkuat koneksi antarsel saraf pada area memori.

Baca Juga  Car Free Day di Pontianak Resmi Ditiadakan Akibat Cuaca Buruk

Oleh karena itu, menjaga konsistensi latihan aerobik ringan seperti berjalan cepat selama 40 menit sebanyak tiga kali seminggu dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempertahankan volume otak dan mencegah penurunan daya ingat sejak dini.