
KAPUAS HULU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu akan segera menyurati Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM menyusul munculnya fenomena api yang menyala dari permukaan pasir di tepian Sungai Kapuas, Desa Ujung Pandang, Kecamatan Bunut Hilir. Fenomena tersebut sempat viral di media sosial dan mengundang perhatian luas masyarakat.
Peristiwa ini mulai ramai diperbincangkan sejak Senin malam, 23 Maret 2026, setelah warga merekam api yang terlihat menyala di area pinggir sungai. Kejadian itu langsung memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya kandungan gas di lokasi tersebut.
Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kapuas Hulu, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penyebab munculnya api. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya kandungan gas metana, namun hal tersebut masih harus dipastikan melalui pengecekan lebih lanjut.
Menurutnya, Kalimantan Barat memang memiliki potensi gas metana yang cukup besar, terutama karena luasnya kawasan lahan gambut di wilayah tersebut. Meski begitu, pemerintah meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan sebelum ada hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang.
Saat ini, lokasi kemunculan api telah diamankan. Aparat kepolisian juga sudah memasang garis pembatas di sekitar area untuk mencegah warga mendekat demi alasan keselamatan. Kapolsek Bunut Hilir, IPDA Yadi Rustandi, membenarkan adanya fenomena tersebut di tepian Sungai Kapuas. Hingga kini, penyebab pasti masih menunggu hasil penelitian dari instansi terkait.

