
Mood Kalbar – Harga karet Kalimantan Barat kembali menunjukkan tren positif pada akhir Mei 2026. Dilansir dari unggahan Dinas Perkebunan dan Peternakan (disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat periode 18 hingga 29 Mei 2026, harga dengan Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen mencapai Rp40.409 per kilogram pada 29 Mei 2026.
Sementara itu, harga KKK 50 persen tercatat sebesar Rp20.205 per kilogram. Angka tersebut menjadi harga tertinggi selama periode terdekat.
Kenaikan harga ini menjadi angin segar di Kalimantan Barat yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi fluktuasi harga komoditas. Dengan membaiknya harga jual, pendapatan petani berpotensi meningkat apabila produksi tetap stabil.
Harga Karet Kalimantan Barat Mengalami Tren Kenaikan
Tren kenaikan di Kalimantan Barat bergerak naik dibandingkan awal periode. Pada 18 Mei 2026, harga karet KKK 100 persen berada di angka Rp38.526 per kilogram. Kemudian harga terus bergerak hingga mencapai Rp40.409 per kilogram pada 29 Mei 2026.
Kenaikan tersebut sejalan dengan pergerakan harga di Bursa SICOM yang menjadi salah satu acuan perdagangan karet internasional. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut memengaruhi harga yang diterima petani.
Berikut perkembangan harga KKK 100 persen selama periode tersebut:
- 18 Mei 2026: Rp38.526/kg
- 19 Mei 2026: Rp39.146/kg
- 20 Mei 2026: Rp39.421/kg
- 21 Mei 2026: Rp39.065/kg
- 22 Mei 2026: Rp39.179/kg
- 25 Mei 2026: Rp39.099/kg
- 26 Mei 2026: Rp39.386/kg
- 29 Mei 2026: Rp40.409/kg
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga
Harga karet Kalimantan Barat dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah pergerakan harga karet dunia di Bursa SICOM. Ketika harga internasional naik, harga yang diterima petani dalam negeri biasanya ikut terdorong.
Selain itu, kurs rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) juga memiliki pengaruh besar. Nilai tukar yang lebih tinggi dapat meningkatkan nilai jual komoditas ekspor.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah permintaan industri otomotif global. Industri ini masih menjadi salah satu pengguna utama bahan baku karet alam untuk produksi ban dan berbagai komponen kendaraan.
Petani Diharapkan Menjaga Kualitas Produksi
Meski harga menunjukkan tren positif, petani tetap perlu menjaga kualitas hasil produksi. Kadar Karet Kering yang tinggi akan menghasilkan nilai jual yang lebih baik dibandingkan karet dengan kualitas rendah.
Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga diharapkan terus memberikan pendampingan kepada petani. Dukungan berupa akses pasar, dan peningkatan produktivitas dapat membantu petani memperoleh keuntungan yang lebih optimal.
Dengan kondisi harga yang membaik, sektor perkebunan karet masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Barat.





