
Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai meresahkan warga di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Keresahan ini memicu fenomena panic buying, di mana warga berbondong-bondong menyerbu tempat pengisian bahan bakar guna memastikan stok kendaraan mereka aman.
Kondisi ini diperparah dengan tutupnya sebagian besar pengecer atau “Pom Mini” di beberapa wilayah. Akibatnya, beban pengisian BBM terpusat sepenuhnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan warga, antrean kendaraan terpantau mengular di SPBU Bekut, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Antrean panjang ini tidak hanya didominasi oleh kendaraan roda empat, tetapi juga roda dua yang harus menunggu lama untuk mendapatkan giliran.
Seorang warga, Muhsinin, melaporkan bahwa situasi di lapangan sangat padat. Menurutnya, hampir semua unit Pom Mini di daerah tersebut tidak beroperasi.
”Hampir semua pom mini tidak buka. Jadinya orang antre panjang di SPBU. Sepertinya orang panic buying karena ada isu minyak mau langka,” ungkapnya melalui pesan singkat.
Meski sebagian besar pengecer tutup, terpantau satu dua unit Pom Mini yang masih buka langsung menjadi sasaran warga. Namun, kondisinya tidak jauh berbeda dengan SPBU resmi; antrean di Pom Mini tersebut juga memanjang dan padat.
Warga berharap pemerintah setempat dan pihak terkait segera memberikan klarifikasi mengenai ketersediaan stok BBM di wilayah Sambas agar kepanikan tidak terus meluas dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal.

