logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: MOZAIK

Karhutla jadi Bencana, Ternyata ini Fakta Dibalik Bahayanya Asap

Author 7 Oktober 2026
Share:

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman kesehatan yang tak kasat mata. Setiap kali kabut asap tebal menyelimuti permukiman, masyarakat dihadapkan pada paparan campuran bahan kimia kompleks dan racun berbahaya.

Memahami komposisi kimiawi di balik asap kebakaran hutan sangat krusial untuk menyadari seberapa serius dampak paparan polutan tersebut terhadap tubuh manusia.

Komposisi Utama Udara Beracun Asap Karhutla

Asap karhutla terbentuk dari pembakaran tidak sempurna bahan organik seperti kayu, dedaunan, gambut, dan vegetasi lainnya. Campuran polutan ini terbagi menjadi dua komponen utama:

Partikel Halus atau Particulate Matter/PM2.5

Ukuran Mikroskopis yakni partikel padat dan cair yang berukuran kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer yang ukurannya 30 kali lebih kecil dari diameter helai rambut manusia.

Daya penetrasi karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 dapat menembus jauh ke dalam paru-paru hingga masuk ke pembuluh darah.

Komposisi kimia yang terdiri dari karbon hitam atau black carbon, karbon organik, sulfat, nitrat, dan jejak logam berat.

Senyawa Gas Berbahaya Karbon Monoksida (CO)

Gas tak berwarna dan tak berbau ini dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna, berikatan kuat dengan hemoglobin sehingga mengganggu pasokan oksigen dalam darah. Adapun yang terkandung dalam Senyawa ini adalah: pertama, Senyawa Organik Volatil (VOCs) atau gas seperti benzena, formaldehida, dan akrolein yang memicu iritasi saluran pernapasan serta bersifat karsinogenik yang dapat memicu kanker pada paparan jangka panjang; kedua, Ozon Tingkat Permukaan (Ground-level O_3) yaitu reaksi antara VOCs dan nitrogen oksida (NO_x) di bawah sinar matahari membentuk ozon berbahaya yang merusak jaringan paru-paru.

Baca Juga  Ini Efek Samping yang Terjadi Jika Sering Mengonsumsi Americano

Mengapa Asap Lahan Gambut Jauh Lebih Berbahaya?

Di wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sebagian besar titik api membakar kawasan lahan gambut. Kebakaran lahan gambut memiliki karakteristik unik yang membuat dampak kesehatannya jauh lebih parah:

  • Pembakaran Perlahan dan Dalam: Gambut terbakar tanpa nyala api yang besar di bawah permukaan tanah, menghasilkan emisi partikulat jauh lebih banyak dibandingkan kebakaran kayu kering di permukaan.
  • Kandungan Carbon Monoxide & VOC Tinggi: Proses pembakaran bersuhu rendah pada gambut memicu pelepasan emisi karbon monoksida, metana, dan emisi beracun yang lebih pekat dan tahan lama di atmosfer.

Dampak Terhadap Kesehatan Manusia

Paparan senyawa berbahaya dalam asap karhutla secara langsung memicu serangkaian gangguan kesehatan. Dalam jangka pendek paparan ini dapat menyebabkan iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk, sesak nafas, serta lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kekambuhan asma. Sedangkan dalam jangka panjang dapat penurunan fungsi paru-paru secara permanen, peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke, hingga potensi kanker akibat zat karsinogenik.

Mengingat kompleksnya polutan yang terkandung dalam asap karhutla, perlindungan fisik seperti penggunaan masker respirator (N95) serta pembatasan aktivitas luar ruangan menjadi langkah penting saat angka kualitas udara menunjukkan kategori berbahaya.