
Kota Khatulistiwa kembali membara dengan semangat budaya. Ribuan warga Pontianak memadati area Jl Diponegoro untuk menyaksikan Opening Ceremony Cap Go Meh 2577/2026 pada Rabu malam (25/02/2026).
Perayaan tahun ini terasa istimewa dengan dekorasi merah yang mendominasi dan antusiasme masyarakat yang tak terbendung.
Sejak sore hari, kawasan pusat perayaan sudah mulai dipadati pengunjung. Berdasarkan pantauan dari unggahan Mood Kalbar, suasana di lokasi dipenuhi dengan instalasi lampu hias dan lampion yang artistik. Panggung utama pun tampak megah dengan nuansa merah-emas yang kental, menjadi pusat perhatian warga yang ingin mengabadikan momen setahun sekali ini.
Beberapa poin menarik yang menjadi magnet warga antara lain:
Atraksi Naga dan Barongsai: Penampilan ikonik yang selalu dinanti, melambangkan keberuntungan dan pengusir energi negatif.
Pesta Cahaya: Dekorasi lampion dan lampu panggung yang modern membuat malam di Pontianak terasa sangat hidup.
Ekonomi Lokal: Ratusan UMKM turut memeriahkan sisi jalan, menjajakan kuliner khas yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan atau tradisi etnis, pembukaan Cap Go Meh 2026 ini menjadi bukti nyata kuatnya toleransi di Kalimantan Barat. Warga dari berbagai latar belakang etnis dan agama tampak berbaur menikmati pertunjukan, menjadikan acara ini sebagai pesta rakyat milik bersama.
”Momen ini bukan cuma soal tradisi, tapi soal bagaimana kita berkumpul dan merayakan keberagaman di Pontianak dengan penuh suka cita,” ujar salah satu pengunjung di lokasi.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini diprediksi akan terus berlangsung meriah hingga puncaknya nanti, dengan pengamanan ketat dari pihak berwenang untuk memastikan kenyamanan seluruh warga.

