
Rencana pembangunan rumah dinas Bupati Mempawah dengan anggaran fantastis mencapai Rp15 miliar kembali memicu gelombang kritik. Kebijakan ini menuai sorotan tajam karena muncul di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian serius.
Menanggapi isu tersebut, Ketua Aliansi Pemuda Mahasiswa Masyarakat Bersatu, Imam Muslim, secara tegas mengecam keras rencana tersebut jika pemerintah daerah benar-benar merealisasikannya dalam waktu dekat.
”Kami menganggap kebijakan ini sama sekali tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Oleh karena itu, kami menuntut penjelasan langsung dari pihak eksekutif terkait urgensi anggaran tersebut,” ujar Imam Muslim
Suara Penolakan dan Tuntutan Audiensi
Aliansi menilai bahwa kebijakan ini menjadi bukti nyata ketidakpekaan pemerintah terhadap kebutuhan rakyat yang lebih mendesak. Sebagai langkah konkret untuk menuntut transparansi, pihak aliansi telah melayangkan surat permohonan audiensi langsung kepada Bupati Mempawah.

Pertemuan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Rabu, 1 April 2026
Pukul: 09.00 WIB
Tempat: Kantor Bupati Mempawah
Selain mengirimkan surat resmi, Aliansi Pemuda Mahasiswa Masyarakat Bersatu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Mempawah untuk hadir dan mengawal jalannya audiensi.
Partisipasi publik dianggap sebagai kunci utama untuk memastikan keadilan dalam penggunaan anggaran daerah.
”Suara rakyat harus didengar, bukan diabaikan!” lanjutnya
Melalui aksi ini, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah meninjau kembali prioritas pembangunan agar anggaran daerah lebih difokuskan pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kesejahteraan hidup orang banyak.

