
Pontianak – Suasana haru dan penuh makna senantiasa mengiringi setiap kegiatanyang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum rangkaian acara dimulai, santunan kepada anak yatim piatu selalu menjadi pembuka, menghadirkan nilai spiritual sekaligus kemanusiaan yang mendalam di tengah agenda pengembangan kompetensi aparatur.
Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen BPSDM dalammenanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN). Dalam setiap kegiatan, baik pelatihan, workshop, maupun forum strategis lainnya, santunan menjadi simbol bahwa ASN tidak hanya dituntut unggul secarakompetensi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Kegiatan ini selaras dengan semangat ASN Kalbar Peduli, yang terus digaungkansebagai gerakan moral untuk membangun ASN yang tidak hanya profesional, tetapijuga humanis. Melalui santunan kepada anak yatim piatu, BPSDM ingin mengingatkanbahwa keberadaan ASN sejatinya adalah untuk melayani dan memberikan manfaatnyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan ulurantangan.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Ibu Windy Prihastari, S.STP., M.Si,menegaskan bahwa nilai kepedulian harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan daribudaya kerja ASN. Ia menyampaikan bahwa setiap proses pembelajaran danpengembangan kompetensi harus diawali dengan kesadaran sosial, agar ilmu yangdiperoleh tidak hanya berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi jugaberdampak luas bagi masyarakat.
“Melalui santunan ini, kita ingin menanamkan nilai bahwa ASN hadir bukan hanyasebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki empatidan kepedulian. Inilah esensi dari ASN Kalbar Peduli yang terus kita bangun bersama,”ujar beliau.
Lebih lanjut, Ibu Windy menambahkan bahwa kebiasaan baik ini diharapkan mampumembentuk karakter ASN yang berintegritas, berakhlak, dan berorientasi padapelayanan. Menurutnya, kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan santunan ini juga menjadi ruang refleksibagi seluruh peserta kegiatan. Di tengah padatnya agenda pembelajaran dan tuntutankinerja, momen berbagi tersebut menghadirkan kesadaran bahwa setiap keberhasilanyang diraih tidak lepas dari nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur. Interaksi langsung dengan anak-anak yatim piatu juga memberikan energi positif serta motivasi bagi ASNuntuk bekerja lebih tulus dan berdedikasi.
Tidak hanya itu, tradisi ini turut memperkuat nilai-nilai BerAKHLAK sebagai corevalues ASN, khususnya pada aspek berorientasi pelayanan dan harmonis. Denganmemulai kegiatan melalui aksi nyata berbagi, ASN diajak untuk menginternalisasinilai-nilai tersebut secara langsung, bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai praktiknyata dalam kehidupan sehari-hari.
BPSDM Provinsi Kalimantan Barat juga berharap bahwa langkah kecil ini dapat menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lainnya untuk menghadirkan inovasi-inovasisosial dalam setiap kegiatan kedinasan. Dengan demikian, semangat berbagi dankepedulian tidak hanya tumbuh di satu instansi, tetapi menyebar luas dan menjadigerakan bersama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan seperti ini menjadi semakinrelevan. BPSDM menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidakhanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukankarakter ASN yang berempati dan berintegritas.
Dengan konsistensi mengawali setiap kegiatan melalui santunan kepada anak yatimpiatu, BPSDM Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya mencetak ASN yang kompeten,tetapi juga melahirkan insan aparatur yang peduli, berempati, dan berjiwa sosial tinggi.
Semangat ASN Kalbar Peduli pun diharapkan semakin mengakar, menjadi budayakerja yang menginspirasi, dan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagimasyarakat Kalimantan Barat.

