Neraca Perdagangan Kalbar Surplus, Tembus US$115,21 Juta

Bagikan:
Diagram Neraca Perdagangan Kalimantan Barat April 2026

Mood Kalbar – Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Barat mencatatkan hasil yang baik. Neraca perdagangan Kalbar pada April 2026 mengalami surplus sebesar US$115,21 juta. Meski masih surplus, angka tersebut terbilang menurun sekitar 5,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$121,52 juta.

Dilansir dari edaran Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat No. 37/06/61/Th. XXIX, 2 Juni 2026, nilai ekspor Kalbar pada April 2026 mencapai US$198,77 juta, sementara impor tercatat sebesar US$83,56 juta. Selisih antara ekspor dan impor tersebut menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$115,21 juta.

Secara kumulatif selama Januari hingga April 2026, Kalimantan Barat membukukan nilai ekspor sebesar US$665,99 juta dan impor sebesar US$272,02 juta. Dengan capaian tersebut, surplus perdagangan Kalbar selama empat bulan pertama tahun 2026 mencapai US$393,97 juta.

Perkembangan Ekspor

Nilai ekspor Kalimantan Barat pada April 2026 tercatat sebesar US$198,77 juta, meningkat 23,40 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai US$161,08 juta. Meski demikian, secara kumulatif selama periode Januari hingga April 2026, total ekspor Kalbar mencapai US$665,99 juta, atau mengalami penurunan 2,80 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tiga komoditas yang menjadi penyumbang terbesar ekspor Kalimantan Barat pada April 2026 yakni bahan kimia anorganik dengan kontribusi 58,41 persen, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 29,40 persen, serta karet dan barang dari karet yang menyumbang 3,85 persen dari total ekspor.

Dari sisi negara tujuan yang menjadi pasar utama ekspor Kalimantan Barat:

  • Tiongkok mencapai US$43,60 juta
  • Mesir sebesar US$39,37 juta
  • Malaysia US$37,07 juta.

Ketiga negara tersebut menyerap ekspor Kalbar senilai US$120,04 juta atau sekitar 60,39 persen dari total ekspor April 2026

Daftar Golongan Barang Ekspor

Berikut daftar golongan barang ekspor Kalimantan Barat berdasarkan data terbaru:

  • Bahan Kimia Anorganik (HS28)
  • Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (HS15)
  • Karet dan Barang dari Karet (HS40)Buah-buahan (HS08)
  • Berbagai Produk Kimia (HS38)
  • Bahan-bahan Nabati (HS14)
  • Ampas dan Sisa Industri Makanan (HS23)
  • Garam, Belerang, dan Kapur (HS25)
  • Tembakau (HS24)
  • Ikan dan Udang (HS03)

Perkembangan Impor Kalimantan Barat

Berdasarkan kelompok barang, impor Kalimantan Barat pada April 2026 masih didominasi oleh:

  • Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS84)
  • Bahan Bakar Mineral (HS27)
  • Benda-benda dari Besi dan Baja (HS73).

Ketiga komoditas tersebut masing-masing berkontribusi sebesar 31,59 persen, 27,37 persen, dan 12,11 persen terhadap total impor Kalbar.

Secara keseluruhan, ketiganya menyumbang 71,07 persen dari total impor atau senilai US$59,39 juta.Selain itu, tiga kelompok barang lainnya yang juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap impor Kalimantan Barat adalah Bahan Kimia Organik (HS29), Pupuk (HS31), serta Benda-benda dari Batu, Gips, dan Semen (HS68).

Masing-masing kelompok barang tersebut menyumbang 6,41 persen, 5,39 persen, dan 3,31 persen dari total impor. Secara kumulatif, ketiga golongan barang ini berkontribusi sebesar 15,11 persen atau senilai US$12,63 juta terhadap total impor Kalimantan Barat pada April 2026.

Golongan Barang Impor Terbesar Kalimantan Barat April 2026:

  • Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS84) 31,59%
  • Bahan Bakar Mineral (HS27) 27,37%
  • Benda-benda dari Besi dan Baja (HS73) 12,11%
  • Bahan Kimia Organik (HS29) 6,41%
  • Pupuk (HS31) 5,39%
  • Benda-benda dari Batu, Gips, dan Semen (HS68) 3,31%

Tiongkok Masih Jadi Sumber Impor Terbesar

Dari sisi impor, Tiongkok masih menjadi negara asal barang impor terbesar ke Kalimantan Barat. Pada April 2026, nilai impor dari negara tersebut mencapai US$45,67 juta atau berkontribusi sekitar 54,66 persen dari total impor Kalbar.

Posisi berikutnya ditempati Malaysia dengan nilai impor US$21,08 juta dan pangsa 25,23 persen, disusul Singapura sebesar US$10,10 juta atau sekitar 12,09 persen dari total impor.

Sementara itu, total impor Kalbar pada April 2026 tercatat mencapai US$83,56 juta, meningkat dibandingkan Maret 2026 yang sebesar US$39,56 juta.

Surplus Perdagangan Kalbar Tetap Kuat

Meski surplus perdagangan April 2026 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, kondisi tersebut menunjukkan Kalimantan Barat masih mampu menjaga kinerja ekspornya di tengah dinamika perdagangan global.

Surplus yang terus terjaga juga menjadi indikator bahwa nilai barang yang diekspor Kalbar masih lebih besar dibandingkan nilai barang yang masuk dari luar negeri.

Muhammad Rizki
Muhammad Rizki
Articles: 166

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *