Ribuan Ton Sehari: Ini Daerah Timbulan Sampah Tertinggi di Kalbar

Bagikan:
Pengelolaan sampah di Kalimantan Barat

Mood Kalbar – Timbulan sampah di Kalimantan Barat masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat. Dilansir dari Satu Data Kalbar, timbulan sampah kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Kota Pontianak tercatat sebagai wilayah dengan produksi sampah tertinggi.

Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besarnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Wilayah dengan aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk yang tinggi cenderung menghasilkan sampah lebih banyak dibanding daerah lainnya.

Tiga Daerah dengan Timbulan Sampah Tertinggi

Kota Pontianak menempati posisi pertama dengan penghasil sampah mencapai 408,51 ton per hari atau sekitar 149.106,59 ton per tahun. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak memiliki jumlah penduduk yang besar serta aktivitas perdagangan dan jasa yang tinggi.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Sambas dengan volume sampah sebesar 327,46 ton per hari atau 119.521,44 ton per tahun.

Sementara itu, Kabupaten Kubu Raya berada di urutan ketiga dengan produksi sampah mencapai 324,93 ton per hari atau sekitar 118.600,55 ton per tahun.

Tiga Daerah dengan Timbulan Sampah Terendah

Di sisi lain, Kabupaten Kayong Utara menjadi daerah dengan timbulan sampah paling rendah di Kalimantan Barat. Volume sampah di wilayah tersebut tercatat sebesar 67,54 ton per hari atau 24.653,38 ton per tahun.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Sekadau dengan timbulan sampah sebesar 111,25 ton per hari atau 40.608,08 ton per tahun.

Kemudian Kabupaten Melawi berada di urutan ketiga terendah dengan volume sampah mencapai 121,63 ton per hari atau sekitar 44.393,13 ton per tahun.

Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Bersama

Besarnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah, sementara masyarakat dapat berkontribusi melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah rumah tangga, serta penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Dengan pengelolaan yang baik, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.

Muhammad Rizki
Muhammad Rizki
Articles: 147

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *