Seorang Guru SD di Landak Ditemukan Meninggal, Ini Penyebabnya

Bagikan:

Mood Kalbar – Niat memperbaiki saluran air bersih di tengah cuaca buruk berujung tragedi. Seorang guru sekolah dasar (SD) di Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (18/7/2026) sore.

Korban diketahui bernama Ferdinan Tolan (43), warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka. Selain dikenal sebagai warga setempat, Ferdinan sehari-hari bekerja sebagai guru SD.

Berangkat Memperbaiki Saluran Air Saat Hujan dan Petir

Berdasarkan keterangan Kapolsek Mempawah Hulu, IPTU Freddy Surya Purnama, peristiwa tragis tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Ferdinan dikabarkan pergi untuk memperbaiki saluran air bersih meski kondisi cuaca saat itu sedang hujan disertai petir. Setelah pekerjaannya selesai, korban diduga sempat berada di sekitar pohon durian yang tidak jauh dari lokasi perbaikan saluran air.

Namun hingga sore hari, Ferdinan tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga yang mulai khawatir kemudian meminta anak bungsunya menyusul ke lokasi tempat korban bekerja.

“Karena korban tidak kunjung pulang, keluarga meminta anak bungsunya untuk menyusul ke lokasi. Saat dicari, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian,” ujar Freddy menerangkan kronologi penemuan jasad korbankorban sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Sesampainya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian. Keluarga bersama warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya pulang.

Dinyatakan Meninggal Dunia

Setelah dievakuasi, korban sempat diperiksa oleh tenaga kesehatan setempat. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan Ferdinan telah meninggal dunia.

Dari pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat sambaran petir. Luka tersebut berupa bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh di bagian belakang pinggang korban. Kapolsek Mempawah Hulu IPTU Freddy Surya Purnama membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, polisi tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian itu. Keluarga juga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki visum maupun autopsi.

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

Peristiwa ini terjadi di tengah cuaca yang masih tidak menentu di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Dalam beberapa pekan terakhir, hujan deras dengan intensitas tinggi juga menyebabkan sejumlah sungai meluap di Kabupaten Landak.

Peristiwa ini menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan ketika hujan disertai petir. Alangkah baiknya menghindari berteduh di bawah pohon maupun berada di area terbuka yang berpotensi menjadi titik sambaran petir.

Muhammad Rizki
Muhammad Rizki
Articles: 166

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *