
Solidaritas Mahasiswa Daerah Pelosok Negeri (Solmadapar) menggelar aksi massa di depan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kalimantan Barat pada kemarin sore. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyegel gedung Disnaker sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap kinerja instansi tersebut. Jum’at, 6/3/2026
Sekretaris Jenderal Solmadapar, Asef Subarnas, menegaskan bahwa pihaknya sengaja menyita gedung tersebut karena menilai Disnaker gagal menjalankan fungsinya.
”Kami menyegel gedung ini karena kami menilai kantor ini tidak berguna. Disnaker lalai menangani berbagai persoalan hak buruh yang terus dilanggar oleh perusahaan,” tegas Asef.
Rentetan Pelanggaran yang TerabaikanSolmadapar menyoroti karut-marut persoalan ketenagakerjaan di Kalimantan Barat yang hingga kini belum menemui titik terang. Asef memaparkan sejumlah pelanggaran nyata yang menghantui para pekerja, di antaranya:
Eksploitasi Kerja: Banyak buruh yang bekerja tanpa kontrak jelas dan menerima upah di bawah UMP.
Intimidasi Serikat: Terjadi pelemahan serikat buruh secara sistematis yang membungkam aspirasi pekerja.
Kasus Tak Tuntas: Disnaker belum memberikan solusi konkret atas konflik buruh di perusahaan besar seperti WHW, Duta Palma, dan AAG.
Pemecatan Sepihak: Perusahaan masih sering melakukan PHK tanpa prosedur yang adil
Sekretaris Disnakertrans Kalimantan Barat, Muhaiminun saat menjumpai para pendemo menyampaikan akan berkomitmen membantu, seperti sepanjang tahun 2025 yang menurutnya Disnakertrans telah menyelesaikan ratusan kasus ketenagakerjaan.
”Kami komitmen terhadap keselamatan pekerja. Namun kami juga menekankan kontrak kerja yang jelas sebagai perlindungan hukum bagi pekerja.” ujarnya
Meski telah ditemui, kekecewaan massa memuncak karena Kepala Disnaker Prov. Kalbar enggan menemui para demonstran untuk memberikan jawaban yang pasti. Merespons sikap dingin tersebut, Solmadapar memastikan bahwa aksi kemarin hanyalah awal.
“Karena kami tidak mendapatkan jawaban konkret dan Kepala Dinas tidak menyambut massa, maka Solmadapar akan kembali datang pada hari Senin untuk melakukan aksi lanjutan,” tutup Asef.

