
Dampak krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Barat tak hanya menjadi pusat perhatian nasional, tetapi juga menyita perhatian media internasional. Pada Jumat (25/9/2026), sebuah stasiun televisi di Jepang menyiarkan secara khusus pemberitaan mengenai bencana karhutla dan kabut asap pekat yang menghempas kawasan Kalimantan Barat.
Informasi mengenai penayangan berita tersebut dibagikan oleh Suprianto Kun, seorang warga asal Kalimantan Barat yang saat ini berdomisili di Jepang.
Televisi Jepang Soroti Efek Lintas Batas
Dalam siarannya, stasiun Televisi Jepang tersebut menyoroti masifnya skala kebakaran, intensitas dampak asap yang sempat melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, serta ancaman polusi udara lintas batas yang berpotensi memengaruhi wilayah sekitarnya.
Selain mengekspos pekatnya paparan kabut asap di pemukiman warga, media asing tersebut juga mengulas berbagai upaya penanganan darurat yang dilakukan oleh tim gabungan pemadam kebakaran di lapangan.
Kondisi Mulai Pulih Pasca Guyuran Hujan
Meskipun pemberitaan internasional menggambarkan besarnya dampak krisis ekologi tersebut, kondisi di wilayah Kalimantan Barat saat ini dilaporkan mulai berangsur pulih seiring turunnya hujan di sejumlah titik.
Potensi hujan tersebut membantu meredakan konsentrasi polutan udara serta menekan intensitas titik api secara perlahan.