
Pontianak – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing terus diperkuat melalui kegiatan visitasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam rangka peninjauan kesiapan BPSDM Kalbar sebagai penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
Visitasi tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H., M.A, yang hadir bersamatim untuk memastikan bahwa seluruh standar penyelenggaraan pelatihan telah terpenuhi secara optimal. Kehadiran beliau tidak hanya menjadi bentuk pengawasan,tetapi juga memberikan penguatan arah kebijakan dalam pengembangan kompetensi kepemimpinan ASN di daerah.
Dalam rangkaian kegiatan, tim visitasi melakukan peninjauan komprehensif terhadap berbagai aspek penting, mulai dari kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan kepemimpinan nasional, kesiapan tenaga pengajar atau widyaiswara, kualitas sarana dan prasarana pembelajaran, hingga efektivitas sistem pembelajaran yang diterapkan.
Penilaian ini menjadi kunci dalam memastikan bahwa PKN Tingkat II yang akan diselenggarakan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi jugamampu menjadi agen perubahan di lingkungan birokrasi.
Pihak BPSDM Kalbar memaparkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan sebagaibentuk kesiapan, di antaranya penguatan pembelajaran berbasis digital, peningkatankapasitas widyaiswara melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi, serta penerapan metode experiential learning yang mendorong peserta untuk menghadirkan solusinyata atas permasalahan organisasi. Hal ini sejalan dengan tuntutan birokrasi modernyang menekankan pada kinerja, inovasi, dan kolaborasi.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan wujud keseriusan dalam mendukung agenda reformasi birokrasi.
“Kamitidak hanya mempersiapkan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaranyang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang visioner, adaptif, dan berintegritas.
PKN Tingkat II harus menjadi ruang transformasi bagi para pejabat pimpinan tinggipratama,” ungkapnya.
Sementara itu, Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H., M.A, dalam arahannyamenyampaikan apresiasi atas berbagai langkah strategis yang telah dilakukan olehBPSDM Prov. Kalbar. Ia menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan sangat menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
“PKN Tingkat II memiliki peran penting dalam membentuk pemimpin birokrasi yang mampu berpikir strategis dan bertindak inovatif. Oleh karena itu, kesiapan lembaga penyelenggara harus benar-benar matang, baik dari sisi substansi maupun implementasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong agar BPSDM Kalbar terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan dinamika global, termasuk pemanfaatan teknologi dan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Hal ini penting agar ASN tidak hanya mampuberadaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di tengah tantangan yangsemakin kompleks.
Melalui kegiatan visitasi ini, diharapkan BPSDM Kalbar memperoleh masukan konstruktif yang dapat menjadi dasar penyempurnaan, sehingga pelaksanaan PKN Tingkat II nantinya berjalan dengan kualitas terbaik dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi pemerintahan.
Dengan langkah ini, BPSDM Kalbar semakin menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan pengembangan kompetensi ASN di daerah, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mencetak pemimpin birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasipada pelayanan publik serta pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

