logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: Pontianak

Walikota Pontianak Respon Saran Waduk, Ini Tanggapan Sutarmidji

Muhammad Rizki 19 September 2026
Share:

Mantan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, memberikan tanggapan atas jawaban”merampot” (berbohong/omong kosong) yang dilayangkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Silang jawab ini bermula ketika Edi Kamtono menanggapi saran Sutarmidji mengenai perluasan waduk sebagai solusi masalah air baku PDAM.‎‎​

Sebelumnya, Sutarmidji mendorong Walikota Pontianak untuk bertindak cepat dan nyata dalam mengatasi masalah intrusi air asin yang mengganggu pasokan air minum masyarakat dengan memperluas waduk. Minggu, 14/09/2026. Namun, Edi Kamtono merespon saran dari Sutarmidji dengan kata “merampot”. Menurutnya, waduk hanya bersifat sementara, sedangkan kuncinya adalah sumber di air baku.

Sutarmidji, atau sapaan akarbanya Bang Midji, kembali merespon pernyataan Edi tersebut dengan memintanya untuk tetap tenang dan menyegarkan kembali ingatannya. Ia menjelaskan bahwa saran untuk meningkatkan kapasitas Penepat hingga 10 kali lipat tersebut merujuk langsung pada pernyataan Edi Kamtono 2020 silam.

“Nyantai pak wali, saya sarankan pilihan atasi air baku PDAM dengan meningkatkan kapasitas penepat 10 kali itu karena ingat pidato pak Wali waktu melantik direksi PDAM tahun 2020, mau meningkatkan Penepat dari 1 hektare menjadi 9 hektarw, artinya 9 kali, ngapain pula lalu jadi merampot.” tulis Sutarmidji‎‎.

Sutarmidji  juga mempertanyakan alasan Edi yang menyebut gagasan tersebut sebagai tindakan “merampot”, padahal menurutnya, angka peningkatan sembilan kali lipat itu berasal dari janji atau pidato Edi sendiri. ‎

Baca Juga  Kualitas Udara Kalimantan Barat Tidak Ada yang Aman Ini Faktanya!

“Coba ingat dan bace ini,” lanjut Midji dengan mencantumkan link berita manifesto 2020.‎‎

Setelah tim moodkalbar cek kembali artikel yang disertakan Sutarmidji, dari antarakalbar, pada 26-September-2020, pernyataan yang dimaksud merupakan pernyataan Dirut PDAM Pontianak, bukan pernyataan langsung Edi Kamtono.‎‎

Terkait persoalan kualitas air yang sering berubah warna karena musim hujan, Ardiansyah kala itu menyampaikan, PDAM secara bertahap akan melakukan otomatisasi pipa yang ada di Jl. Imam Bonjol, Selat Panjang maupun Sungai Jawi Luar. ‎‎Demikian pula masalah kualitas air baku yang terinterusi air laut dikarenakan musim kemarau, pihaknya akan melakukan perluasan Waduk Penepat.‎‎

“Saat ini hanya sekitar satu hektar yang bisa dimanfaatkan, dan akan kita perluas menjadi sembilan hektar,” sebut Ardiansyah.‎‎‎