
Ketapang, Mood Kalbar – Laporan keresahan datang dari warga RT 06, Dusun Kalibambang, Desa Air Upas, Sabtu, 11/4/26. Kejadian yang terus berulang ini seolah menjadi tamparan keras bagi otoritas setempat yang sebelumnya berjanji akan memberikan rasa aman.
Laporan yang masuk menyebutkan bahwa insiden terbaru terjadi tepat di jantung Desa Air Upas yang kini sudah bertransformasi menjadi wilayah perkotaan. Warga RT 06 Dusun Kalibambang merasa geram karena pengawasan yang dijanjikan seolah tak berbekas.
Keresahan ini bukan tanpa alasan. Lokasi yang sudah masuk wilayah padat penduduk seharusnya mendapatkan atensi pengamanan lebih ketat, namun yang terjadi justru wilayah tersebut kembali menjadi sasaran insiden yang meresahkan.
Sebelumnya, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo dan jajaran Polres Ketapang secara terbuka menyatakan perang terhadap kasus-kasus serupa dan berjanji akan melakukan pengejaran hingga tuntas. Namun, dengan terjadinya kembali peristiwa di Air Upas malam ini, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah Bupati dan Polres Ketapang Kecolongan?
Ekspektasi masyarakat terhadap keamanan wilayah sangat tinggi, terutama setelah adanya komitmen publik dari pucuk pimpinan daerah. Jika kejadian terus berulang tanpa adanya tindakan pencegahan yang serius, maka kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Ketapang sedang dipertaruhkan.
Warga Air Upas kini mendesak adanya tindakan tegas. Bukan lagi sekadar rilis pers atau janji di media, melainkan kehadiran personel dan pengungkapan kasus secara tuntas hingga ke akar-akarnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga di RT 06 Dusun Kalibambang masih dalam kondisi waspada. Mereka berharap Kapolres Ketapang segera bertindak tegas dan tidak membiarkan wilayah Air Upas menjadi zona tidak aman bagi masyarakat.

