
Kubu Raya, Mood Kalbar – Pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat (Disbunnak Kalbar) memastikan persediaan hewan kurban untuk wilayah Kalimantan Barat berada dalam kondisi yang sangat aman, bahkan mencetak angka surplus hingga belasan ribu ekor.
Secara umum, mayoritas kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah mampu mencukupi kebutuhan hewan kurban masyarakat mereka secara mandiri tanpa harus bergantung penuh pada pasokan luar daerah.
Rincian Data: Sapi dan Kambing Surplus Besar
Berdasarkan data resmi terbaru dari Disbunnak Kalbar per tanggal 26 Mei 2026, lembaran statistik menunjukkan angka penyediaan yang jauh melampaui estimasi kebutuhan riil masyarakat.
Rincian peta ketersediaan hewan kurban di Kalbar:
Komoditas Sapi: Para peternak lokal menyediakan total sebanyak 20.977 ekor. Angka ini menghasilkan neraca surplus yang sangat tebal, yaitu sebanyak 12.180 ekor sapi siap edar.
Komoditas Kambing: Sektor peternakan kambing menunjukkan performa yang tidak kalah memukau. Peternak menyediakan 24.033 ekor kambing, yang menghasilkan angka surplus hingga 16.768 ekor.
Peta Wilayah: Ketapang dan Sambas Jadi Lumbung Utama
Data Disbunnak Kalbar juga memetakan performa impresif dari beberapa wilayah teratas. Kabupaten Ketapang sukses mendominasi wilayah dengan torehan surplus sapi terbesar di Kalbar. Sementara itu, Kabupaten Sambas memimpin jauh di posisi terdepan untuk surplus komoditas kambing.
Akan tetapi, grafik hijau ini tidak merata di seluruh daerah. Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu justru mencatat rapor merah alias defisit pasokan untuk kedua jenis komoditas hewan kurban tersebut.
Strategi Distribusi Menutup Celah Defisit
Meskipun mendapati adanya area yang kekurangan pasokan seperti di Kapuas Hulu, pemerintah provinsi tetap optimistis menghadapi hari raya kurban tahun ini. Disbunnak Kalbar memastikan bahwa pasokan yang melimpah di wilayah-wilayah lumbung (seperti Ketapang dan Sambas) bakal langsung mengalir untuk menutupi kekurangan di daerah yang defisit.
Melalui sistem tata kelola distribusi antardesa dan antarkabupaten yang merata, pemerintah menjamin kelancaran pasokan hewan kurban ke seluruh pelosok Bumi Khatulistiwa. Langkah taktis ini sekaligus mendukung penuh visi besar kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat melalui penguatan sektor peternakan lokal.
