logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: Kalimantan Barat

TNI AU Kerahkan Tiga Pesawat Casa NC-212 ke Kalimantan

Muhammad Rizki 2 September 2026
Share:

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) mengerahkan tiga pesawat jenis Casa NC-212 dari Skadron Udara 4 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan. Armada pesawat tersebut bertolak dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada Jumat siang (21/8/2026) menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M., mengonfirmasi pengerahan tiga unit armada udara tersebut sebagai komitmen TNI AU membantu penanganan dampak karhutla.

“Pengerahan tiga pesawat Casa NC-212 ini merupakan bentuk dukungan TNI AU dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Kalimantan. Pesawat tersebut akan memperkuat unsur udara yang sudah berada di wilayah Kalimantan,” ujar Nyoman.

TNI AU Kerahkan Penguatan Armada Udara

Tambahan tiga pesawat Casa NC-212 memperkuat armada penanganan bencana yang sebelumnya telah disiagakan di wilayah Kalimantan. Sebelum kedatangan unit baru ini, sebanyak 20 pesawat berbagai jenis yang dikerahkan oleh BPBD telah beroperasi, meliputi lima helikopter patroli, tiga pesawat modifikasi cuaca, serta 12 helikopter berkapasitas besar untuk operasi pengeboman air.

“Dengan tambahan tiga pesawat Cassa ini, dukungan TNI AU diharapkan dapat semakin optimal, khususnya dalam pelaksanaan OMC untuk membantu mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan,” kata Kadispenau.

Penanganan Karhutla Nasional

Pengiriman armada ini merupakan bagian dari operasi penanggulangan karhutla secara nasional. Secara keseluruhan, sebanyak 42 pesawat telah dikerahkan ke enam provinsi rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga  Harga Karet Kalimantan Barat Tembus Rp40.409 per Kilogram

Dari total 42 armada udara tersebut, sebanyak 20 pesawat ditempatkan secara terpusat di wilayah Kalimantan, sementara 22 pesawat lainnya disiagakan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di wilayah Sumatra.