logo

The Perspective Of Kalimantan Barat

Iklan
Memuat Hari & Tanggal...
Kembali Kategori: Kalimantan Barat

Simpang Siur! Ria Norsan dan BNPB Beda Data Jumlah Titik Api

Author 5 September 2026
Share:

Kalimantan Barat menjadi perhatian utama pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nasional setelah jumlah titik panas atau hotspot melonjak hingga 859 titik.‎‎

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan tren titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan.‎‎

“Setelah kemarin semua 6 provinsi yang prioritas trennya turun, tetapi hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” ujar Antoni dilansit dari suarakalbar.co.id seusai meninjau penanganan karhutla di Jambi, Rabu (2/9/2026).‎‎

Untuk memperkuat penanganan karhutla, Antoni mengatakan dirinya bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto akan bertolak ke Pontianak, Kalimantan Barat untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Barat, kapolda, dan pangdam.‎‎

Setibanya di Pontianak, dalam Rapat Koordinasi Karhutla bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB di Lanud Supadio, Pontianak, Jumat (4/9/2026) yang dilansir dari antaranews.com, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan jumlah hotspot telah mengalami penurunan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 2.000 titik api.‎‎

“Sekarang sudah sekitar 100 hotspot. Ini tentu hasil kerja sama dan sinergi semua pihak,” ujarnya.

Norsan menegaskan penurunan tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah maupun masyarakat mengurangi kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca kering masih berpotensi memicu kebakaran baru.‎‎

Baca Juga  Harga Karet Kalimantan Barat Terus Naik, Ini Daftar Harganya

Berbeda dengan pernyataan Gubernur Kalbar, diwaktu dan tempat yang sama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hanya 61 dari 166 titik panas terdeteksi BMKG di Kalimantan Barat (Kalbar) yang terverifikasi sebagai lokasi kebakaran berdasarkan pemantauan lapangan.‎‎

“Dari 166 hotspot yang terdeteksi BMKG, setelah kami cek di lapangan, hanya 61 yang benar-benar titik api,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat tersebut

‎‎Suharyanto mengatakan, verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan titik panas yang terdeteksi satelit benar-benar menunjukkan adanya kebakaran di lapangan.‎‎

Menurut Suharyanto, perbedaan jumlah tersebut menunjukkan bahwa data hotspot dari satelit perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan sebelum dijadikan dasar penanganan kebakaran.‎‎

Meski jumlah titik kebakaran terverifikasi lebih rendah, Suharyanto dan Ria Norsan mengingatkan penanganan karhutla tidak boleh mengendur karena luasan lahan terbakar di Kalbar masih mencapai sekitar 38.310 hektare.‎‎