
Bulan Ramadan menjadi momen dimana banyak orang termotivasi untuk berbuat kebaikan, termasuk berbagi dengan sesama melalui donor darah. Namun, seringkali muncul keraguan di benak kita: “Apakah donor darah disaat saya sedang berpuasa dapat membatalkan ibadah saya?”
Di satu sisi, kita ingin membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah. Di sisi lain, kita tidak ingin ibadah puasa menjadi sia-sia.
Hukum donor darah saat puasa dengan merujuk pada pendapat ulama dan analogi dengan praktik medis klasik, yaitu bekam (hijamah).
Bekam adalah metode pengobatan dengan mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui sayatan kecil di kulit, biasanya dengan bantuan alat hisap. Lalu, bagaimana hukum berbekam bagi orang yang berpuasa?
Jika kita analogikan, donor darah memiliki kesamaan esensial dengan bekam, yaitu sama-sama proses mengeluarkan darah dari dalam tubuh melalui pembuluh darah atau kulit.
Bekam merupakan suatu kegiatan dengan mengeluarkan darah melalui sayatan kecil di permukaan kulit. Adapun donor darah yaitu engeluarkan darah melalui jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena.
Karena kesamaan esensial ini, yaitu prosesnya adalah mengeluarkan, bukan memasukkan, maka para ulama berpendapat bahwa donor darah TIDAK MEMBATALKAN PUASA. Karena tidak ada “benda” yang masuk ke dalam tubuh melalui donor darah. Yang terjadi justru sebaliknya, darah keluar dari tubuh.
Oleh karena itu, rukun puasa yaitu menahan diri dari memasukkan sesuatu ke dalam tubuh tetap terjaga. Ini adalah poin yang sangat krusial dan perlu dipahami perbedaannya. Yang membatalkan puasa adalah jika seseorang menerima transfusi darah (darah masuk), bukan mendonorkan darah (darah keluar).
Jadi, donor darah (mengeluarkan darah) tidak membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa adalah transfusi darah (memasukkan darah), karena sama halnya dengan memasukkan cairan ke dalam tubuh yang berfungsi sebagai asupan.
Dengan penjelasan tadi, semoga kita tidak perlu ragu lagi untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah di bulan suci. Selain mendapatkan pahala karena berpuasa, kita juga bisa meraih pahala kemanusiaan dengan membantu sesama yang membutuhkan.
Gus Athoillah: Pengasuh PP Al-Jihad Kota Pontianak

