
Kabar duka menyelimuti Kalimantan Barat. Keli, seorang pejuang kanker leukimia yang baru saja merasakan kebahagiaan menerima santunan menjelang hari raya, dikabarkan telah menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (05/01/2025).
Kisah Keli menjadi perhatian publik setelah fotonya saat menerima kunjungan dari pihak BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Provinsi Kalimantan Barat beredar di media sosial. Momen tersebut awalnya menjadi simbol harapan dan dukungan bagi para pejuang kanker di wilayah tersebut.
Hanya berselang singkat setelah penyerahan hadiah lebaran tersebut, kondisi kesehatan Keli menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi pihak-pihak yang sempat berinteraksi dengannya, termasuk tim dari BPSDM Kalbar yang berniat memberikan sedikit keceriaan di masa-masa sulitnya.
Pemberian santunan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial untuk membantu meringankan beban para penderita penyakit kronis menyambut Idul Fitri.
Meninggalnya Keli menjadi pengingat bagi banyak pihak mengenai perjuangan berat yang harus dihadapi oleh penderita leukimia. Ucapan duka pun mengalir dari berbagai lapisan masyarakat melalui platform media sosial, mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Baru menerima hadiah lebaran, kini ia sudah berpulang. Semoga perjuangan Keli melawan sakitnya menjadi penggugur dosa,” tulis kepala BPSDM Kalbar.
Kepergian Keli menjadi momentum bagi komunitas lokal untuk terus memperkuat solidaritas dalam membantu sesama, terutama bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit mematikan seperti kanker.

