
Sanggau – Seorang pemuda bernama Aji (18), warga asal Pati, Jawa Tengah, diduga mengalami penelantaran dan eksploitasi saat dalam perjalanan menuju Kalimantan Tengah. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Aji awalnya diketahui berangkat dari kampung halamannya bersama seorang rekannya dengan tujuan mencari pekerjaan di Kalimantan Tengah. Namun, dalam perjalanan, korban justru disinggahkan di wilayah Ngabang Kabupaten Landak dan diminta bekerja sebagai juru parkir. Ironisnya, hasil kerja yang diperoleh Aji diduga diambil oleh oknum preman setempat.
Tidak berhenti di situ, Aji kemudian kembali diajak melanjutkan perjalanan menuju Kalimantan Tengah. Namun saat tiba di Dusun Mangkup, Desa Teraju, Kecamatan Toba, ia justru ditinggalkan oleh rekannya. Bahkan, telepon genggam milik korban turut dibawa, sehingga membuat Aji tidak memiliki alat komunikasi maupun bekal untuk melanjutkan perjalanan.
Dalam kondisi terlantar, Aji akhirnya ditemukan oleh Kepala Wilayah (Kawil) Mangkup, Henrico, yang kemudian berinisiatif membawa korban ke Polsek Toba untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.
Setibanya di Polsek Toba, petugas langsung melakukan pendataan serta meminta keterangan dari korban. Selain itu, pihak kepolisian juga berupaya menghubungi keluarga Aji di Pati guna memastikan identitas serta mencari solusi terbaik untuk pemulangan korban ke daerah asalnya.
Karena korban tidak memiliki biaya untuk kembali ke kampung halaman, Polsek Toba mengambil langkah cepat dengan meminta keluarga mengirimkan dokumen Kartu Keluarga sebagai syarat administrasi. Selama proses tersebut, Aji telah berada di Polsek Toba selama dua hari dalam pengawasan dan perlindungan petugas.
Kapolsek Toba, Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menangani kasus tersebut.
“Kami tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan mendapatkan perlindungan yang layak. Ini adalah bentuk kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/4).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan KP3L serta Dinas Sosial di Pontianak guna memfasilitasi pemulangan Aji ke kampung halamannya. Kegiatan koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Toba, Aipda Eko Budi Ermanto.
Kapolsek berupaya memastikan korban dapat kembali dengan aman kepada keluarganya serta mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

