
Pontianak, Mood Kalbar – Setelah menjadi sorotan tajam netizen akibat insiden di Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026, sang pemandu acara, Shindy Lutfiana, akhirnya buka suara. Melalui pernyataan tertulis, Shindy menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ucapannya yang dianggap meremehkan perjuangan para peserta lomba.
Langkah ini ia ambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas kegaduhan yang terjadi di panggung akademik bergengsi tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut.
Sesali Kalimat “Hanya Perasaan Adik-adik Saja”
Dalam klarifikasinya, Shindy secara khusus menyoroti penggunaan diksi yang memicu amarah publik. Ia mengakui bahwa kalimatnya yang meminta peserta “memaklumi juri” dan menyebut kekecewaan siswa “hanya perasaan saja” adalah sebuah kesalahan fatal.
”Saya menyadari sepenuhnya bahwa ucapan tersebut tidak patut keluar dari mulut saya. Kalimat itu telah melukai perasaan adik-adik peserta dari SMAN 1 Pontianak, para guru pembimbing, dan masyarakat yang menyaksikan,” ungkap Shindy dalam unggahannya, Selasa (12/05/2026).
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan usaha para siswa yang telah berjuang keras mencapai babak final. Shindy mengaku kurang cermat dalam memilih kata saat mencoba mencairkan suasana yang tengah tegang.
Jadikan Pelajaran BerhargaSebagai sosok yang kerap berkecimpung di dunia Master of Ceremony (MC) spesialis pernikahan, Shindy mengakui bahwa insiden ini menjadi tamparan keras bagi karier profesionalnya. Ia menyadari bahwa setiap panggung memiliki karakteristik dan sensitivitas yang berbeda.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih bijaksana, teliti, dan berhati-hati dalam memilih diksi di ruang publik ke depannya,” tambahnya.
Selain kepada peserta, Shindy juga melayangkan permohonan maaf kepada pihak penyelenggara dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang merasa tercederai oleh insiden tersebut. Ia berharap permohonan maaf ini dapat diterima dengan lapang dada dan mendinginkan suasana yang sempat memanas.
