Sekadau – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Rabu (8/4/2026) dini hari. Sebuah rumah semi permanen milik warga dilaporkan amblas secara tiba-tiba saat penghuni sedang tertidur.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, penghuni rumah merasakan getaran yang tidak biasa sebelum bangunan mulai turun secara perlahan.
“Penghuni segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri setelah merasakan adanya pergerakan pada bangunan. Warga sekitar juga turut membantu proses evakuasi,” ujar AKP Triyono.
Rumah dua lantai milik Edward Agustinus Kale (32) mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian pondasi yang turun hingga beberapa meter. Sebuah mobil yang terparkir di teras berhasil diselamatkan, namun sejumlah barang lain, termasuk sepeda motor, masih tertimbun.
Dari hasil pemeriksaan awal, amblasnya bangunan diduga disebabkan oleh kondisi tanah yang labil serta pondasi yang sudah tidak kuat. Selain itu, lokasi rumah diketahui kerap tergenang air saat musim hujan dan banjir, sehingga memperparah kondisi struktur bangunan.
Sekitar pukul 08.30 WIB, aparat gabungan dari Polres Sekadau, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Forkopincam Sekadau Hilir, serta pihak perusahaan PT PHS langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Petugas juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi risiko lanjutan serta membatasi akses masyarakat. Pengaturan lalu lintas turut dilakukan karena posisi rumah berada di pinggir jalan utama.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi demi keselamatan,” tambahnya.
Hasil koordinasi lintas instansi memutuskan bahwa bangunan tersebut akan segera dibongkar menggunakan alat berat guna mencegah potensi ambruk susulan yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.
Rencana pembongkaran dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama, dengan dukungan alat berat dari pihak perusahaan yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

