
Landak, Mood Kalbar – Ironi dunia pendidikan terpampang di SD 31 Endiyak, Desa Dange Aji, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Meski para siswa menempati gedung sekolah yang tampak kokoh dan layak, mereka harus bertaruh nyawa dan kesehatan setiap kali ingin membuang hajat dengan kondisi WC yang sudah tidak semestinya.
Fasilitas sanitasi di sekolah tersebut kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebuah bangunan kayu ringkih yang berfungsi sebagai jamban sekolah berdiri dengan kondisi lapuk, rapuh, dan nyaris roboh.
Kondisi ini terungkap setelah seorang warga setempat berinisial AJL melaporkan pemandangan miris tersebut kepada redaksi Mood Kalbar pada Kamis (07/05/2026). Ia menyoroti kontrasnya fasilitas belajar dengan fasilitas kebersihan yang tersedia bagi anak-anak.
”Dinding kayunya sudah lapuk. Infrastruktur pembuangannya juga tidak memadai. Ini jelas mengancam kenyamanan dan kesehatan para siswa setiap harinya,” tegas AJL.
Menurutnya, meski kegiatan belajar mengajar (KBM) masih berjalan normal karena kondisi gedung utama yang baik, urusan toilet justru menjadi momok bagi para murid. Kayu-kayu yang sudah menua membuat bangunan kecil itu tampak membahayakan jika terus digunakan tanpa perbaikan segera.
AJL secara gamblang membandingkan kesenjangan infrastruktur di lingkungan sekolah tersebut. Ia merasa aneh melihat gedung sekolah yang bagus namun tidak mendapat dukungan fasilitas sanitasi yang setara.
”Kondisi gedungnya sebenarnya bagus, cuma WC-nya rusak parah,” tambahnya.
Warga mendesak pihak terkait agar segera membangun fasilitas toilet yang layak dan higienis. Pembangunan sanitasi yang bersih bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar agar para siswa di Desa Dange Aji dapat mengenyam pendidikan di lingkungan yang sehat dan manusiawi.
Hingga berita ini turun, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Landak melalui dinas terkait segera meninjau lokasi dan memberikan solusi nyata sebelum bangunan kayu tersebut benar-benar memakan korban atau menimbulkan wabah penyakit di sekolah.
