
Pontianak, Mood Kalbar – Kalimantan Barat kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Metode Baru menurut Provinsi tahun 2025, Bumi Khatulistiwa sukses menembus jajaran elite dengan mengamankan posisi lima besar terbaik di Indonesia.
Pencapaian luar biasa ini sekaligus mengukuhkan posisi Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan iklim demokrasi paling sehat dan matang di seluruh Pulau Kalimantan.
Demokrasi Tinggi, Kalbar Tempel Ketat Jawa dan Bali
Dalam lembaran statistik resmi BPS tersebut, Kalimantan Barat berhasil mencetak skor IDI yang sangat impresif, yaitu 86,17. Angka ini membawa Kalbar bertengger kokoh di peringkat ke-4 nasional, sebuah pencapaian langka yang membuktikan bahwa kualitas demokrasi di daerah ini mampu bersaing dengan wilayah-wilayah besar di Pulau Jawa.
Untuk konteks nasional, Kalbar menempel ketat DI Yogyakarta yang sukses mengunci posisi puncak atau peringkat tertinggi di Indonesia dengan skor 89,79. Posisi kedua dan ketiga berturut-turut ditempati oleh Bali (88,73) dan Jawa Tengah (86,72). Fakta bahwa Kalbar mampu berada tepat di bawah ketiga provinsi tersebut menunjukkan bahwa ruang kebebasan sipil dan hak politik di Bumi Khatulistiwa sudah berjalan di jalur yang sangat tepat.
Indeks Demokrasi Unggul Telak Se-Regional
Jika mempersempit analisis pada jalur regional Pulau Kalimantan, performa poin demokrasi Kalimantan Barat benar-benar tidak tertandingi. Kalbar memimpin jauh di atas empat provinsi tetangga yang rata-rata masih tertahan di angka 81 hingga 82.
Berikut peta kekuatan Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2025 khusus di regional Kalimantan:
- Kalimantan Barat: 86,17 (Peringkat 4 Nasional)
- Kalimantan Timur: 82,66
- Kalimantan Selatan: 81,23
- Kalimantan Utara: 81,07
- Kalimantan Tengah: 81,04
Dominasi total Kalbar di tanah Borneo ini mempertegas bahwa sinergi antara keterbukaan informasi publik, kedewasaan masyarakat dalam berpendapat, serta responsivitas pemerintah daerah berjalan jauh lebih dinamis dibanding provinsi lain se-Borneo.
Kontras Jauh dengan Rapor Merah Nasional
Tingginya tingkat kematangan politik di Kalimantan Barat akan terasa semakin kontras jika kita membandingkannya dengan wilayah yang menempati peringkat terendah nasional. BPS mencatat Papua Pegunungan berada di posisi juru kunci atau paling buncit di Indonesia dengan skor hanya 56,31.
Keberhasilan Kalbar menjaga jarak hingga selisih 29 poin dari peringkat terbawah ini menandakan bahwa institusi demokrasi lokal di Kalbar, mulai dari transparansi birokrasi, penegakan hukum, hingga fungsi pengawasan parlemen, bekerja secara efektif dan minim konflik horizontal.
Merawat Esensi Manusia Merdeka di Bumi Khatulistiwa
Rapor hijau dari BPS ini tentu memikul fungsi sebagai energi positif sekaligus alarm pengingat bagi seluruh publik di Kalbar. Memiliki indeks demokrasi yang berada di jajaran elite nasional berarti memikul tanggung jawab besar untuk terus merawatnya.
Prestasi di atas kertas ini harus menjadi pemacu bagi aparat penegak hukum, jajaran birokrasi, pelaku digital, hingga masyarakat umum di Kalimantan Barat untuk tetap konsisten menjaga ruang kemerdekaan berpendapat yang aman dan bersih dari intimidasi. Menjaga keadilan sejak dalam pikiran adalah modal utama agar angka 86,17 ini terus berdampak nyata pada kesejahteraan sosial warga di akar rumput.
