
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Pontianak dan sekitar tampaknya mulai membuat beberapa profesi terdampak. Fika, seorang Tutor Bahasa Indonesia asal Pontianak, aktivitas belajar mengajarnya yang dilakukan secara daring (online) sampai harus “berburu” tempat nongkrong yang aman dari mati lampu. Minggu, 05/07/2026
Kepada moodkalbar.com, ia menyampaikan keresahan atas kejadian pemadaman serentak dan tiba-tiba di wilayahnya beberapa hari terakhir dapat mengganggu pekerjaan. Ia mengaku cemas karena jadwal pemadaman listrik yang tidak menentu bisa mengacaukan jadwal jam mengajarnya.
”Minta info dong cafe di Pontianak yang ada genset, wifi, colokan listrik di mana ya yang di daerah Sungai Jawi dan sekitarnya? Aku ada kelas online hari Senin takutnya pas kena pemadaman bergilir. Sebelumnya makasih ya infonyaa 🙏,” ujarnya
Terkait hal tersebut, PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat mengumumkan adanya penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat. Kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar menjadi pemicu utama gangguan teknis ini.
Hal tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di story akun resmi pln.kalbar. PLN memperkirakan proses perbaikan boiler ini memerlukan waktu sekitar satu minggu. Pihak manajemen berharap pasokan listrik dapat segera pulih kembali dalam waktu dekat.
Melalui Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalimantan Barat, Muhklis Zarkasih, perusahaan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan di Kalimantan Barat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
PLN juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat selama proses pemulihan sistem kelistrikan ini berlangsung.







