
Pontianak, Mood Kalbar – Sebuah insiden keributan terjadi di tengah aksi unjuk rasa yang digelar Solmadapar di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Insiden tersebut terjadi paska salah satu peserta aksi diduga alami kekerasan oleh oknum petugas Keamanan. Senin, 27/04/2026.
Salah stau perwakilan aksi, Iki, menyebutkan bahwa seorang peserta aksi diduga mengalami pemukulan atau “bogem” yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP yang berjaga di lokasi. Ia juga berharap agar oknum tersebut segera meminta maaf.
”Saya berharap dengan segera dalam hitungan 1×24 jam, oknum tersebut segera meminta maaf.” ujarnya.
Aksi ini ditengarai buntut dari kasus teror di Air Upas, Kabupaten Ketapang, yang tak kunjung tuntas. Namun, harapan untuk dialog yang damai justru ternodai dengan adanya gesekan fisik antara aparat dan pengunjuk rasa.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Satpol PP maupun Pemerintah Provinsi terkait kronologi lengkap yang memicu tindakan represif tersebut.
Diketahui, pelaku dari salah satu dari Satpol PP tersebut bernama Tomy.
Jika dalam waktu yang ditentukan pelaku tidak memenuhi permintaan, maka Solmadapar beserta aliansi mahasiswa lainnya akan mengadakan aksi susulan untuk meminta keadilan dan klarifikasi dari pelaku.
