
Pontianak, Mood Kalbar – Fenomena melonjaknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD terhadap rupiah belakangan ini terus menyita perhatian publik. Saat ini, mata uang berlambang hijau tersebut meroket tajam hingga menyentuh angka kisaran Rp17.000 per dolar AS, sebuah kondisi ekonomi yang cukup menekan daya beli masyarakat secara makro.
Namun, jika kita melihat dari sudut pandang kuliner lokal di Kota Pontianak, tingginya nilai dolar ini justru melahirkan sebuah realitas yang unik dan menarik. Keperkasaan dolar membuat seporsi makanan lezat khas Bumi Khatulistiwa dengan porsi yang melimpah ruah kini nilainya setara dengan $1 USD saja.
Menu Favorit Warga Kalimantan Barat
Sebagian besar warga Kalimantan Barat memang sangat menggemari kwetiau goreng dan nasi goreng sebagai menu selingan selera sehari-hari. Aroma wangi piring yang khas (woki) serta bumbu racikan lokal yang berani membuat kedua hidangan ini selalu menjadi buruan utama, baik untuk menu makan malam maupun sekadar kuliner pengganjal lapar.
Menariknya, para pencinta kuliner di Pontianak masih bisa memanjakan lidah mereka dengan porsi yang sangat mengenyangkan hanya modal uang belasan ribu rupiah. Jika mengacu pada pantauan aplikasi online food delivery seperti GoFood untuk wilayah Kota Pontianak baru-baru ini, rata-rata pedagang mematok harga kwetiau atau nasi goreng di angka Rp15.000 hingga Rp16.000 per porsi.
Jika pembeli mengombinasikannya dengan segelas es teh tawar seharga Rp1.000 sampai Rp2.000, maka total santapan nikmat ini pas berada di angka Rp17.000 atau tepat satu dolar AS.
USD Meroket, Harga Berbeda di Tiap Wilayah
Meski demikian, harga seporsi karbohidrat lezat ini tidaklah seragam di seluruh penjuru Kalimantan Barat. Perbedaan wilayah, biaya logistik bahan baku, hingga aksesibilitas membuat harga kwetiau dan nasi goreng di beberapa kabupaten/kota lain di luar Pontianak cenderung bervariasi dan bisa sedikit lebih mahal.
Namun untuk di wilayah Pontianak sendiri, kompetisi antar-warung makan yang ketat membuat para pedagang tetap mempertahankan harga yang sangat bersahabat bagi kantong masyarakat lokal, sekaligus menjadi surga kuliner murah bagi para pelancong asing yang memegang mata uang asing.
Melambungnya harga dolar hari ini memang membawa dampak besar bagi perekonomian nasional. Namun di sisi lain, ketahanan kuliner lokal Pontianak terbukti mampu bertahan memberikan opsi pangan yang murah, melimpah, dan tetap menggugah selera di tengah ketidakpastian ekonomi global.
