
Pontianak, Mood Kalbar – PT Dharma Inti Bersama (DIB) resmi melepas para peserta Operations Development Program (ODP) di Bandara Internasional Supadio Pontianak pada Kamis (14/05/2026).
Perusahaan yang berbasis di Kabupaten Kayong Utara ini mengirim barisan anak muda terpilih tersebut langsung ke China untuk menimba ilmu dan menyerap keahlian global. Langkah strategis ini bertujuan agar kelak mereka kembali ke tanah air dan membangun daerah asal dengan standar kompetensi internasional.
PT. Dharma Inti Bersama
PT DIB merupakan perseroan yang berlokasi di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dan bergerak di dunia pertambangan. Salah satunya KIPP (Kawasan Industri Pulau Penebang) yang merupakan salah satu dari Program Strategis Nasional (PSN).
Bekali Bahasa Mandarin Sebelum Terbang
Pelepasan ini bukan sekadar seremonial instan. Sebelum melangkah ke bandara, para peserta ODP telah menjalani pembekalan selama beberapa bulan, termasuk pembelajaran bahasa Mandarin secara mendalam sebagai modal komunikasi utama di negara tujuan.
Acara pelepasan tersebut berlangsung haru sekaligus membanggakan karena mempertemukan jajaran pejabat penting, mulai dari anggota DPD RI daerah pemilihan Kalbar, Daud Yordan, hingga Kadisnakertrans Provinsi Kalbar Ahmad Priyono, Kadisnakertrans Kabupaten Kayong Utara Ahmad Azahari, dan Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalbar Yuliani.
Pesan Tokoh Kalbar: Serap Etos Kerja Tinggi
Anggota DPD RI terpilih asal Kalbar, Daud Yordan, memberikan suntikan motivasi membakar semangat para peserta di sela-sela pelepasan. Sang mantan juara dunia tinju ini meminta anak-anak muda memanfaatkan peluang emas tersebut.
“Ini benar-benar memberi kesempatan kepada anak-anak muda yang berbeda daerah, kampus, bahkan jurusan. Ambillah kesempatan terbaik ini karena kalian adalah orang-orang pilihan,” tegas Daud Yordan penuh semangat.
Senada dengan Daud, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kayong Utara, Ahmad Azahari, mengingatkan para peserta mengenai kultur kerja di China yang terkenal sangat disiplin.
”China merupakan negara dengan etos kerja yang tinggi. Jadi, serap ilmu sebanyak-banyaknya dan terapkan ketika pulang nanti agar kita bisa sama-sama maju,” ujar Ahmad Azahari.
Pernyataan tersebut langsung mendapat dukungan penuh dari Kadisnakertrans Provinsi Kalbar, Ahmad Priyono, yang mengungkapkan rasa syukur mendalam atas inisiatif hebat dari PT Dharma Inti Bersama dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dan menaikkan kelas pekerja lokal.
Pergi untuk Kembali Membangun KalbarSementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalimantan Barat, Yuliani, menitipkan pesan emosional kepada seluruh peserta yang bersiap memasuki pesawat. Ia menegaskan bahwa merantau ke luar negeri adalah taktik untuk memperkuat basis kemajuan daerah.
“Kita meninggalkan Kalbar bukan karena benci, tidak suka, ataupun yang lainnya. Kita pergi untuk belajar dan untuk kemajuan Kalimantan Barat juga kedepannya,” pungkas Yuliani.
Inisiatif PT Dharma Inti Bersama ini menjadi bukti nyata bahwa sektor swasta di daerah mampu menjadi motor penggerak transformasi pendidikan dan ketenagakerjaan. Pengiriman talenta lokal ke pusat industri dunia seperti China diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang siap memajukan perekonomian Kayong Utara dan Kalimantan Barat secara umum.
