
Sintang, Mood Kalbar – Masalah infrastruktur jalan yang rusak seringkali menjadi keluhan utama masyarakat. Tak ingin sekadar menunggu, jajaran Polres Sintang bersama komunitas masyarakat mengambil langkah nyata melalui aksi bertajuk “Gerakan Seribu Lubang Untuk Sintang”.
Pada Selasa pagi di bawah cuaca yang cukup terik, ruas Jalan Pangeran Kuning menjadi pusat perhatian. Puluhan personel polisi melepas sekat formalitas, bahu-membahu bersama warga mengaduk semen dan pasir secara manual untuk menutup lubang-lubang jalan yang selama ini mengintai keselamatan pengendara.
Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo. Tidak hanya aparat, aksi ini melibatkan kelompok masyarakat yang memang selama ini aktif melakukan perbaikan jalan secara mandiri karena kepedulian terhadap kondisi Sintang.
Bantuan awal berupa semen disalurkan sebagai pemantik semangat. Aksi tambal sulam ini menyasar sejumlah titik kerusakan parah yang kerap menjadi penyebab kecelakaan maupun menghambat mobilitas harian warga.
Di sela-sela kegiatan, AKBP Sanny Handityo menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah jalan rusak ini adalah bentuk empati terhadap kendala yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
”Kami ingin hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang manfaatnya bisa langsung dirasakan. Lewat gerakan ini, kita harapkan risiko kecelakaan berkurang dan kebersamaan antara Polri dan warga semakin kuat,” ujar Kapolres Sintang.
Aksi ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih terjaga di Sintang. Tanpa memandang status, semua pihak bekerja dengan satu tujuan, memperbaiki fasilitas umum yang ada.
Tertutupnya setiap lubang di Jalan Pangeran Kuning menghidupkan harapan akan kondisi infrastruktur Sintang yang lebih baik ke depannya.
