
Pontianak, Mood Kalbar – Aksi oknum juru parkir (jukir) liar di Kota Pontianak kembali memicu keresahan masyarakat. Kali ini, seorang netizen membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat berhadapan dengan oknum jukir yang diduga bertindak kasar di kawasan Jalan Gajahmada, Pontianak pada Jum’at, 23/05/2026.
Melalui unggahannya Santy menceritakan kronologi kejadian yang menimpa ia dan suaminya. Peristiwa tersebut bermula ketika mereka hendak mencari tempat makan di Jalan Gajahmada, tepatnya di dekat sebuah supermarket.
“Kami rencana mau makan, tapi restonya tutup. Posisi kami masih dalam mobil belum turun, mungkin hanya 10 detik kami baru sampai langsung kami gak jadi,” tulis Santy dalam unggahannya.
Meski mereka belum sempat turun dari mobil dan langsung memutuskan batal parkir, seorang juru parkir tiba-tiba menghampiri mereka dan langsung menagih uang parkir sebesar Rp3.000,-.
Ketika suaminya menjelaskan dengan nada bicara biasa bahwa mereka tidak jadi parkir karena restoran tutup, oknum jukir tersebut justru langsung naik pitam dan membentak mereka.
“Eh!! gak bisa, bayar! Kau kan masuk lahan kami! Kalo masuk hrs bayar!” gertak sang juru parkir dengan nada tinggi.
Meskipun suami korban sempat memprotes karena mereka berhenti tidak sampai 10 detik, oknum tersebut tetap bersikap agresif dan memaksa mereka untuk membayar.
Santy menegaskan bahwa permasalahan ini bukan mengenai nominal uang Rp3.000,- yang ditagih, melainkan sikap jukir yang sangat kasar dan intimidatif. Ia merasa tindakan oknum tersebut sudah menyerupai aksi pemalakan yang menyeramkan.
Unggahan tersebut langsung memancing reaksi dari ratusan netizen lain yang kerap mengalami kejadian serupa di Pontianak.
Fenomena ini terus berulang dan hingga saat ini, belum ada solusi efektif untuk menertibkan Kota Pontianak yang lebih tentram.
