
Kubu Raya, Mood Kalbar – Fenomena anak jalanan yang meminta-minta di persimpangan lampu merah kembali meresahkan warga Kabupaten Kubu Raya. Meski tim Mood Kalbar sebelumnya telah mengangkat isu ini ke publik, fakta di lapangan menunjukkan bahwa situasi justru semakin memprihatinkan.
Seorang pelapor yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya setelah menyaksikan langsung pemandangan berisiko tersebut saat ia kembali menjalani dinas di wilayah tersebut.
Melalui pesan singkat, pelapor tersebut menceritakan pengalamannya saat melintasi area lampu merah menuju arah Jembatan Kapuas 2 pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB. Ia mengaku terkejut melihat sekelompok anak masih aktif beraktivitas di tengah lalu lintas yang padat. Mereka nekat mendekati kendaraan yang berhenti demi mengharap koin atau rupiah, tanpa mempedulikan keselamatan nyawa mereka sendiri.
Ancaman Kendaraan Besar dan Kelalaian KeamananKekhawatiran pelapor bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut merupakan jalur utama yang sering dilewati oleh kendaraan-kendaraan besar bermuatan berat yang menuju ke arah Jembatan Kapuas 2. Kehadiran anak-anak di antara truk kontainer dan bus antarkota tentu menciptakan risiko kecelakaan yang sangat tinggi, terutama pada kondisi malam hari dengan pencahayaan yang terbatas.
”Saya merasa sangat miris melihatnya. Apalagi banyak kendaraan besar yang mengarah ke Jembatan Kapuas 2. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi anak-anak tersebut,” ungkap pelapor dengan nada cemas.
Awalnya, ia mengira setelah berita ini dinaikkan oleh redaksi Mood Kalbar, pihak berwenang akan segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan area tersebut. Namun, saat ia kembali mendatangi lokasi yang sama, kondisi terlihat masih sama. Anak-anak itu tidak hanya meminta-minta, tetapi juga terlihat bermain-main di pinggir jalan hingga larut malam.Mendesak Peran Pemerintah dan Dinas Sosial
Kondisi ini seolah menunjukkan bahwa upaya penertiban yang dilakukan selama ini belum menyentuh akar permasalahan. Masyarakat kini menuntut aksi nyata dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Dinas Sosial setempat untuk turun tangan secara intensif. Pola penanganan tidak bisa hanya sekadar teguran sesaat, melainkan membutuhkan pembinaan berkelanjutan bagi anak-anak maupun orang tua mereka.
Publik berharap pihak kepolisian dan Satpol PP rutin melakukan patroli di jam-jam rawan malam hari untuk mengosongkan area lampu merah dari aktivitas anak jalanan. Jika dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan fenomena ini akan dianggap sebagai hal lumrah, padahal ada masa depan anak dan keselamatan pengguna jalan yang sedang dipertaruhkan.
Diluar itu, penertiban juga butuh solusi untuk mereka yang di jalanan, anak-anak usia sekolah diharapkan mendapatkan hak-haknya dengan atensi pemerintah. Sebagai pemegang otoritas kebijakan di Kubu Raya, Pemerintah Daerah tentu memiliki pengaruh terhadap masa depan anak jalanan tersebut.
