
Kubu Raya, Mood Kalbar – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Kalimantan Barat. Klub asal Kabupaten Kubu Raya, PS Kubu Raya, dipastikan mengundurkan diri dari ajang Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 meski sebelumnya telah masuk dalam daftar pembagian grup turnamen nasional tersebut.
Informasi pengunduran diri itu disampaikan langsung oleh salah satu pengurus sekaligus pelatih PS Kubu Raya melalui unggahan di media sosial yang kini ramai diperbincangkan pecinta sepak bola lokal. Dalam unggahan tersebut, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kubu Raya karena tim tidak dapat melanjutkan partisipasi di kompetisi nasional.
Berdasarkan daftar pembagian grup yang beredar, PS Kubu Raya sebelumnya tergabung di Grup D bersama sejumlah tim dari berbagai daerah, yakni Persibangga Purbalingga, Sylva Kalteng, dan Wahana FC. Kehadiran klub asal Kalbar itu sebenarnya cukup dinantikan publik karena dianggap mampu membawa nama daerah bersaing di level nasional.
PS Kubu Raya Kendala Dukungan Finansial
Namun, harapan tersebut harus pupus setelah pihak klub menyatakan belum adanya kepastian dan keputusan dari pemerintah daerah terkait dukungan untuk mengikuti turnamen tersebut. Kondisi itu membuat manajemen kesulitan melakukan persiapan, terutama dalam aspek pembiayaan.
Dalam pernyataannya, pengurus PS Kubu Raya mengakui bahwa seluruh proses menuju kompetisi nasional berlangsung cukup mendadak. Sementara di sisi lain, tim membutuhkan kesiapan besar, mulai dari transportasi, akomodasi, perlengkapan, hingga kebutuhan operasional pemain dan official selama mengikuti Liga 4 Nasional.
“Kami juga tidak mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan semuanya terutama dari segi finansial,” tulis pihak pengurus dalam unggahan tersebut.
Keputusan mundur ini pun langsung memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan pecinta sepak bola Kalimantan Barat. Banyak yang menyayangkan langkah tersebut karena kesempatan tampil di level nasional dinilai tidak datang setiap saat. Terlebih, masih banyak klub dari daerah lain yang berjuang keras demi mendapatkan slot menuju putaran nasional.
Kekecewaan Penggemar Sepakbola Lokal
Sebagian netizen juga menilai persoalan utama sepak bola daerah masih berkutat pada masalah klasik, yakni keterbatasan dukungan anggaran dan minimnya sponsor. Padahal, kompetisi nasional bisa menjadi ajang bergengsi untuk memperkenalkan talenta muda Kalbar ke tingkat yang lebih tinggi.
Di sisi lain, tidak sedikit pula masyarakat yang memahami keputusan PS Kubu Raya. Mereka menilai kompetisi nasional memang membutuhkan kesiapan finansial yang besar dan tidak mudah dijalankan hanya dengan modal semangat semata.
Meski gagal tampil di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, publik berharap PS Kubu Raya tetap bertahan dan kembali bangkit pada kompetisi berikutnya. Banyak pecinta sepak bola lokal berharap momentum ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama agar klub-klub daerah di Kalimantan Barat mendapatkan dukungan yang lebih kuat ke depannya.
