
Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (SOLMADAPAR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat pada Selasa (7/7/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Aksi ini dipicu oleh kejengkelan masyarakat yang merasa hak dasarnya atas pasokan listrik terganggu akibat manajemen tata kelola yang dinilai buruk.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi sekaligus orator dari Solmadapar, Iqbal, menegaskan bahwa kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat sangat berlawanan dengan kekayaan sumber daya alam di Kalimantan yang melimpah.
”Hari ini kami menuntut berbagai macam persoalan yang terjadi akibat PLN. Sumber energi yang terpasok di Kalimantan Barat ini sangat amat melimpah, dan Kalimantan adalah terbesar sumber dari energi batu bara. Tapi rakyat justru mengalami pemadaman,” tegas Iqbal
Di tengah situasi aksi, perwakilan dari manajemen PLN UID Kalbar, Salmon, menemui para demonstran untuk memberikan penjelasan serta tanggapan langsung terkait kendala operasional kelistrikan yang dikeluhkan oleh masyarakat.
“Harus segera pulih, selesai, dan bisa masuk kembali secara sistem untuk bisa supply kembali normal seperti biasa. Kami mohon maaf, ini bukan hal yang terjadi di luar seperti yang kita harapkan” ujar Salmon







