
Pontianak, Mood Kalbar – Jagat maya Kalimantan Barat mendadak geger setelah seorang yang diduga buronan melakuan sebuah aksi kedok penipuan berkedok iba berhasil dibongkar oleh warganet. Seorang pria bernama Ahyar, yang sebelumnya sempat memelas dan mengaku terlantar di Kota Pontianak akibat menjadi korban penipuan lowongan kerja, kini diduga kuat hanya menjalankan modus operandi untuk memeras kebaikan warga dan melarikan diri dari jeratan hukum.
Buronan Berkamuflase dan Mengundang Iba
Kisah ini mencuat ke publik setelah sebuah video pengakuan Ahyar viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Ahyar menceritakan nasib malangnya yang terdampar di Pontianak dengan kondisi barang bawaan yang sudah habis total. Guna menyambung hidup dan mencari ongkos pulang ke kampung halaman, ia sampai menawarkan kitab suci Al-Qur’an kepada warga yang ia temui.
Aksi memelas Ahyar yang diduga buronan ini terbukti sukses mengetuk hati seorang warga Pontianak yang kemudian merekam dan mengulurkan bantuan dana segar.
“Saya yang merekam Bang Ahyar dan dia sudah setuju agar banyak yang bantu. Di Pontianak ia cuma numpang dengan orang yang menjual Al-Qur’an, makanya dia mau jual Al-Qur’an ke saya,” ungkap sang perekam video kepada tim Mood Kalbar.
Setelah mendengar cerita bahwa Ahyar baru mengumpulkan tabungan sebesar Rp500 ribu, warga yang dermawan ini langsung menambahkan uang tunai sebesar Rp500 ribu lagi agar Ahyar bisa segera membeli tiket pulang ke Banjarmasin.
Warganet Bongkar Kedok: Diduga Menipu di Banyak Tempat
Namun, niat baik tersebut seketika berubah menjadi rasa kecewa yang mendalam. Sesaat setelah video tersebut naik ke akun Instagram Mood Kalbar, kolom komentar langsung dibanjiri oleh kesaksian para korban lainnya. Banyak warganet mengungkapkan bahwa pria yang sama telah berulang kali melancarkan modus serupa di berbagai sudut Kota Pontianak.
“Setelah saya baca komen di postingan Mood Kalbar, sepertinya abang ini sudah menipu banyak orang di Pontianak. Siapapun yang ketemu sama abang ini, semoga bisa mengirimnya ke kampungnya lagi agar tidak meresahkan di Pontianak dan menghilangkan kepercayaan serta niat kebaikan orang-orang di Pontianak,” tambah sang perekam.
Ternyata Buronan Kasus Kriminal dan Diduga ResidivisPenelusuran mendalam warganet membuka fakta yang jauh lebih mengejutkan. Ahyar rupanya memilih Pontianak sebagai tempat pelarian bukan karena urusan lowongan kerja, melainkan karena ia tengah menjadi buronan pihak kepolisian. Saat ini, Kepolisian Banjarmasin, sedang memburu Ahyar karena ia memiliki rentetan catatan kriminal di Mapolda Kalimantan Selatan.
Kesaksian mengejutkan juga datang dari seorang netizen yang mengaku tinggal satu wilayah dengan Ahyar di Banjarmasin Tengah. Ia membeberkan bukti digital berupa video penangkapan Ahyar di sebuah warung internet (warnet) yang sudah lama tayang di kanal YouTube @macankalsel.
Dalam unggahan tersebut, Ahyar sempat mengaku dengan nama lain, mengaku belum sempat membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), menyamarkan identitas dengan masker dan aksi kamuflase lainnya.

Dalam kasus lampau tersebut, Ahyar nekat melarikan satu unit sepeda motor sekaligus membawa kabur anak korban saat sang pemilik bersiap melaksanakan salat maghrib. Berdasarkan rekam jejak kelam ini, kuat dugaan bahwa Ahyar merupakan seorang residivis kambuhan yang kerap keluar-masuk penjara.
Ahyar dibekuk oleh tim Macan Kasel saat tengah asik bermain judi online. Ia mengaku membawa anak korban yang saat itu masih berusia lima tahun dan menurunkannya daerah Mataram, Kalimantan Selatan.
