Indeks Kedalaman Kemiskinan Kalbar Turun ke Level Terendah Sejak 2007

Bagikan:
Kemiskinan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di Provinsi Kalimantan Barat pada semester II 2025 berada di angka 0,73 persen. Capaian tersebut menjadi yang terendah sejak pencatatan tahun 2007, sekaligus menunjukkan tren perbaikan kondisi kemiskinan di provinsi tersebut.

Dibandingkan semester sebelumnya, indeks tersebut turun 0,13 poin atau 15,12 persen. Dalam kurun waktu 2007 hingga 2025, nilai P1 di Kalimantan Barat telah menurun sekitar 59,22 persen, dari posisi awal 1,79 persen menjadi 0,73 persen. Penurunan ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.

BPS juga mencatat rata-rata penurunan indeks selama tiga semester terakhir mencapai 5,02 persen per periode. Sementara itu, rata-rata penurunan dalam lima semester terakhir sebesar 7,59 persen. Data tersebut menunjukkan perbaikan kondisi kemiskinan di Kalimantan Barat masih berlanjut meski dengan laju yang bervariasi.

Dari sisi peringkat, Kalimantan Barat menempati urutan kedua dengan indeks kedalaman kemiskinan terendah di Pulau Kalimantan dan berada di peringkat ke-31 secara nasional. Di kawasan Kalimantan, Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan nilai P1 terendah, yakni 0,61 persen, setelah mencatat penurunan sebesar 26,51 persen dibandingkan semester sebelumnya.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin rendah nilai indeks, semakin kecil jarak pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan, yang berarti tingkat kedalaman kemiskinan juga semakin rendah. Indikator ini berbeda dengan persentase penduduk miskin karena lebih menggambarkan tingkat keparahan kemiskinan yang dialami masyarakat.

Muhammad Rizki
Muhammad Rizki
Articles: 174

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *